Kompas.com - 03/07/2022, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Obrolan ringan sering kali dianggap tidak berguna dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Beberapa orang hanya ingin terlibat dalam percakapan serius dan tidak bersedia menanggapi basa-basi seperti itu.

Namun perlu diketahui, sebenarnya beberapa hubungan pertemanan bisa diawali dengan percakapan biasa.

Kendati demikian, membuat obrolan ringan terasa berkesan hingga dapat menjadi awal pertemanan bukanlah perkara mudah.

Baca juga: Simak, 6 Tips Jitu Memulai Obrolan di Aplikasi Kencan Online

Dibutuhkan kreativitas dan kepekaan terhadap kondisi si lawan bicara agar bisa melontarkan topik yang menarik.

Namun tak perlu khawatir, coach public speaking asal Inggris, John Bowe punya trik agar obrolan ringan terasa mengesankan dengan menanyakan lima pertanyaan berikut.

“Darimana asalmu?”

Pertanyaan pembuka terbaik sebaiknya cocok dengan momen yang ada dan dapat mengundang lawan bicara untuk menjawabnya tanpa kesulitan.

Misalnya, soal kampung halaman orang yang menjadi lawan bicara kita.

Jadi jika kita ada di sebuah pesta, coba tanyakan pada apakah lawan bicara datang ke acara itu sebagai tamu biasa dan transportasi yan digunakan.

Kita juga bisa mengubah pertanyaan ini menjadi, “Mengapa kalian bisa kenal?

“Apa pekerjaan yang paling dibenci?

Mereka yang tidak banyak bicara rupanya senang mempersempit pertanyaan hingga nampak menjadi bagian dari sebuah polling.

Misalnya, “Apa sih pekerjaan yang paling tidak kamu sukai?

Baca juga: Studi: Orang Takut Kehabisan Topik dalam Percakapan

Pertanyaan ini tentu akan mengundang pertanyaan follow-up lainnya. Sebab, pekerjeaan buruk itu pasti terjadi di suatu tempat.

Lalu, tentu saja pekerjaan buruk itu memiliki detail tugas dan atasan menyebalkan yang tentu bisa ditanyakan rinciannya.

Pendekatan ala polling ini dapat diaplikasikan dengan berbagai cara dan bentuk.

Misalnya, “jika punya waktu liburan selama satu bulan, ke mana kamu akan pergi?

“Apakah kamu merasa bahagia?

Keluar dari zona nyaman adalah cara mengatasi insecure. Misalnya, cobalah bersosialisasi jika memiliki rasa insecure terhadap interaksi sosial.PEXELS/MENTATDGT Keluar dari zona nyaman adalah cara mengatasi insecure. Misalnya, cobalah bersosialisasi jika memiliki rasa insecure terhadap interaksi sosial.
Pertanyaan satu ini bisa hadir dalam berbagai bentul, Misalnya, “Menyenangkan bukan? “” Bagaimana musim panasmu?” atau “Apakah kamu kedinginan?

Bahkan, kita juga bisa mengatakan, “Mana yang lebih kamu sukai, [A] atau [B]?” atau “Aku baru saja berpikir tentang pembicara itu dan apa yang dikatakannya tentang [X]. Apakah kamu menyadarinya?

Semua pertanyaan itu sangat bagus karena dapat membuat terjadinya hubungan dengan mudah.

Pertanyaan di atas dapat membuat kita dan lawan bicara merenungkan sesuatu bersama-sama, dan membuat mereka lebih nyaman dengannya.

“Apa pekerjaanmu?”

Pertanyaan ini dapat memberi kesan bahwa kita menanyakan hal apa yang paling dipedulikan oleh lawan bicara.

Selalu ada ruang untuk “menyedlidiki” minat orang lain.

Jadi. Jika kita berada di suatu acara industri, mudah untuk memahami apakah seseorang tengah berpartisipasi atau hadir untuk mengamati.

Misalnya,, jika kita sedang ada di pertunjukan anjing, kita bisa bertanya, “Apakah Anda di sini sebagai penonton atau seorang profesional?".

Baca juga: Seperti Yuni Shara, Ini 3 Manfaat Ngobrol dengan Tanaman Peliharaan

“Ceritakan tentang keluargamu.”

Bagi banyak orang, keluarga bisa menjadi subjek paling penting dalam hidupnya.

Jadi, menanyakan tentang keluarga orang lain dapat menunjukkan rasa hormat.

Jika orang yang kita ajak bicara nampak datang ke suatu acara bersama keluarganya, kita bisa bertanya, "Apakah Anda punya saudara lain?"

Atau bisa juga menanyakan, "Apakah Anda yang tertua atau termuda?" “Apakah itu saudaramu? Kalian terlihat identik.”

Kendati demikian, perlu diketahu bahwa keluarga bisa menjadi sumber trauma atau stres bagi sebagia orang.

Jadi, jika seseorang terlihat tidak nyaman, mundurlah.

Baca juga: Bagaimana Menghindar dari Obrolan yang Tak Pantas di Kantor?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNBC


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.