Kompas.com - 02/08/2022, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Merupakan hal yang wajar apabila anak merasakan kecemasan sebelum kembali bersekolah setelah masa liburan selesai.

Mereka mungkin saja kepikiran dengan tugas-tugas yang akan dihadapi, situasi kelas baru, maupun sifat guru yang mengajar.

Pikiran-pikiran tersebut jika dibiarkan membuat si kecil takut kembali bersekolah dan hal ini menjadi tantangan bagi orangtua.

Menurut dokter spesialis anak Cleveland Clinic, Ellen Rome, MD, orangtua sebaiknya membangun kekuatan anak.

Dengan begitu kekhawatiran yang dirasakan anak terhadap sekolahnya dapat diantisipasi olehi orangtua.

"Anak dapat merasakan tekanan untuk mengatasi semua perubahan," kata Rome dilansir dari Health Essentials.

Baca juga: Kecemasan dan Serangan Panik Bisa Bikin Hangover, Apa Sebabnya?

Lantas, bagaimana sih supaya anak pede kembali bersekolah tanpa rasa cemas? Simak penjelasan Rome berikut ini.

1. Bangun rutinitas pagi

Memulai pagi hari dengan rutinitas yang baik tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa, tapi juga untuk anak.

Karena alasan itulah Rome menyarankan orangtua untuk membangun kebiasaan pagi hari pada anaknya.

Misal, dengan membantu anak yang usianya masih belia untuk menyiapkan seragam sekolah ketika malam hari sebelumnya.

Orangtua juga bisa memastikan alarm disetel dengan benar supaya anak bisa terbangun.

2. Dampingi anak

Orangtua bisa mendampingi anak pada hari pertama ketika mereka kembali bersekolah

Jika tidak, ajak anak untuk pergi ke sekolah beberapa hari sebelum masa belajar mereka dimulai.

"Bersama (anak), orangtua dapat menemukan loker, ruang kelas, dan kamar mandi," saran Rome.

"Anda dapat membantu anak menavigasi hari pertama sekolah dengan mengungkapnya," sambung dia.

3. Komunikasi yang baik

Orangtua seringkali terlalu sibuk dengan ponsel pintarnya, termasuk ketika mereka mendampingi anaknya kembali ke sekolah.

Padahal anak membutuhkan komunikasi yang baik dengan orangtuanya sebelum kembali bersekolah.

Karena alasan itu Rome meminta orangtua menyimpan ponsel pintarnya untuk sementara waktu.

"Ketika anak ingin bicara pada waktu yang tidak tepat, berlatihlah tidak menggunakan ponsel pintar," kata Rome.

"Itu tidak hanya membantu anak memberi mereka perhatian menuh dan mencontohkan perilaku yang baik."

Baca juga: Ketahui Gejala dan Cara Mengatasi Kecemasan pada Pria

Di sisi lain Rome meminta orangtua untuk memanfaatkan waktu ketika di kendaraan supaya ngobrol dengan anak.

Pasalnya si kecil mungkin membutuhkan waktu untuk berbicara secara santai atau merasa lebih aman.

Lebih lanjut, dia menyarankan sejumlah tips agar obrolan anak dengan orangtua menjadi cair.

Misalnya orangtua menanyakan pengalaman baik, buruk, lucu, memalukan yang dirasakan anak ketika di sekolah.

Rome juga menambahkan, orangtua penting untuk membangun komunikasi dua arah ketika berbicara dengan anaknya.

"Anak dapat menjelaskan kepada mereka bagaimana Anda menangani waktu stres dalam hidup diri sendiri," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.