Kompas.com - 06/08/2022, 08:30 WIB

Dalam hal ini fetish terhadap benda mati dibagi menjadi dua jenis, yakni form fetish dan media fetish.

Orang dengan form fetish menganggap bentuk objek merupakan hal yang penting, misalnya saja sepatu hak tinggi.

Sementara itu, orang dengan media fetish lebih berfokus pada bahan objek, seperti sutera atau kulit.

Gangguan fetish

Meski lumrah untuk memiliki fetish, ketertarikan seksual ini dapat mendatangkan kerugian apabila sudah berlebihan.

Hal yang awalnya bertujuan merangsang dapat berkembang menjadi gangguan yang mengganggu kehidupan pribadi, pekerjaan, maupun asmara.

Gangguan fetish merupakan penggunaan atau ketergantungan secara berkelanjutan dan berulang pada benda mati untuk mencapai gairah seksual.

Itu terungkap dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-5 atau DSM-5.

Baca juga: Kasus Fetish Kain Jarik Dianggap Gangguan Parafilia, Apa Itu?

Karena fetish terjadi pada banyak orang dan berkembang secara normal, diagnosis gangguan ini tidak bisa dilakukan sembarangan.

Diagnosis dapat diberikan jika ada tekanan pribadi yang menyertai atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, dan bidang kehidupan lainnya.

Di sisi lain, fetish bisa dikategorikan sebagai gangguan apabila mereka yang mengalaminya tidak mendapat kepuasan seksual tanpa objek fetish.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.