Kompas.com - 15/08/2022, 10:16 WIB

KOMPAS.com - Hubungan friends with benefits (FWB) terdengar mudah untuk dijalani. Mereka yang menjalin hubungan FWB alias teman tapi mesra (TTM) tidak memiliki ikatan yang kuat.

Pelaku hubungan FWB dapat saling berbicara terbuka, hangout, hingga berhubungan seks tanpa dibumbui drama menyebalkan seperti yang dialami pasangan kekasih.

Namun hubungan FWB tidak semudah kedengarannya. Banyak masalah rumit menanti, salah satunya gejolak asmara yang berkembang.

Kamu dan dia juga menyadari, hubungan FWB tidak mungkin bisa dipertahankan selamanya.

Pada satu titik, hubungan ini akan berakhir dan bukan tak mungkin cenderung menyakiti salah satu atau kedua belah pihak.

Baca juga: Makna Friends With Benefit (FWB), Apakah Cocok untuk Kita?

Ketika tiba waktunya untuk mengakhiri hubungan FWB, ada beberapa kekhawatiran yang muncul.

Apakah teman memahami perasaan kita? Apakah keputusan ini saling menguntungkan?

Atau, bagaimana cara membuka percakapan untuk mengakhiri hubungan tanpa menyakiti perasaan teman tersebut?

Inilah 10 tips mengakhiri hubungan FWB secara baik-baik agar kita bisa tetap berteman dengan orang itu.

1. Menghargai 

Pastikan mereka mengetahui jika kita menghargai dia sebagai teman dan mengutamakan persahabatan.

Hubungan FWB memang menyenangkan saat dijalani, namun sudah waktunya untuk move on.

2. Tanyakan perasaan 

Apa pun yang terjadi, orang itu adalah teman. Maka, bicarakan dengan dia secara efektif.

Katakan kita ingin mengakhiri hubungan FWB, dan jelaskan bahwa kita masih ada di samping dia sebagai teman.

3. Mempersiapkan dengan matang

Bisa jadi, "teman tidur" ini memantau kita di medsos atau tidak sengaja melihat kita bersama pasangan yang lain.

Jika kita berkencan atau menjalin hubungan dengan orang lain, beri tahu teman kita terlebih dulu tentang hal tersebut.

Jangan sampai membiarkan teman mengetahui fakta hubungan kita dari orang lain, atau justru tidak sengaja memergoki kita sedang bermesraan di suatu tempat.

4. Beristirahat sejenak

Jika kamu atau teman memiliki perasaan romantis dan ingin mengakhiri hubungan FWB sebelum perasaan tersebut berkembang, ambil jeda sejenak sebelum kembali menjadi teman seperti biasa.

Buatlah teman menyadari, segala sesuatu yang terjadi lebih rumit dari yang direncanakan. Kemudian, ajak dia untuk sama-sama menjaga persahabatan.

 

Hubungan friends with benefits alias FWB bukanlah relasi yang dibuat untuk bertahan selamanya. Artinya, pasti akan ada masa ketika salah satu tak berkehendak mengubah relasi tersebut, maka hubungan pun harus berakhir. Diperlukan cara yang apik agar berakhirnya FWB tak merusak pertemanan.PEXELS/fauxels Hubungan friends with benefits alias FWB bukanlah relasi yang dibuat untuk bertahan selamanya. Artinya, pasti akan ada masa ketika salah satu tak berkehendak mengubah relasi tersebut, maka hubungan pun harus berakhir. Diperlukan cara yang apik agar berakhirnya FWB tak merusak pertemanan.
5. Tidak menghindari teman

Menjalin hubungan friends with benefits artinya kita berdua sepakat untuk jujur. Jika kita ingin tetap menjadi teman setelah mengakhiri FWB, jangan menghilang dari orang itu.

Baca juga: Friends with Benefits, Hubungan Mesra Tanpa Komitmen

Melakukan ghosting kepada teman FWB adalah tindakan yang kasar, tidak sopan, dan pengecut.

Pastikan dia mengetahui perasaan kita sebenarnya. Diaa akan mengerti jika memang mereka adalah teman yang baik.

6. Berikan waktu dia untuk bersedih

Mengakhiri hubungan FWB merupakan salah satu bentuk perpisahan.

Oleh karenanya, beri dia waktu untuk meluapkan kekesalan dan kesedihan. Sebab, keputusan yang kita ambil bisa jadi mengejutkan dan mengecewakan.

Kita masih dapat menghubungi atau mengajak teman itu jalan-jalan bersama, tetapi berikan ruang yang dibutuhkan.

7. Tidak mengubah keputusan

Jika kita menyudahi hubungan FWB untuk menjalin kencan yang serius, jangan mengubah keputusan itu.

Misalnya, ketika kencan kita dengan orang lain tidak berjalan lancar, jangan meminta teman kita untuk memulai lagi hubungan FWB.

Sebab, hal itu akan terasa membingungkan dan membuat persahabatan kita menjadi kian rumit.

8. Curhat dengan orang lain

Jika ada salah satu teman lain yang mengetahui hubungan FWB kita, cobalah curhat dengan dia.

Persiapkan diri kita dengan informasi yang datang dari teman tersebut, dan hindari membagikan sesuatu yang sifatnya terlalu pribadi.

Baca juga: FWB Bukan Cuma Intim secara Fisik, Sadari 4 Risiko Besarnya

9. Melakukan kegiatan rutin yang normal

Mengakhiri hubungan FWB bukan berarti kita berhenti berteman dan melakukan kegiatan bersama orang itu.

Tetaplah bergaul dengan teman tersebut, entah itu nongkrong, berolahraga, mendaki gunung, atau mungkin sekadar bermain game di rumah.

Jika kamu dan dia memiliki fondasi yang kuat, hubungan pertemanan akan kembali normal dengan cepat.

10. Tidak memaksa

Tidak semua pelaku FWB bisa bertahan dalam hubungan pertemanan biasa tanpa adanya "keuntungan".

Jika teman kita kesulitan menerima keputusan untuk mengakhiri hubungan FWB, maka biarkan saja. Jangan memaksa dia agar mau menerima keputusan kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.