Mengapa Anda Harus Belanja Sepatu pada Siang Hari? - Kompas.com

Mengapa Anda Harus Belanja Sepatu pada Siang Hari?

Kontributor Female, Rakhma
Kompas.com - 19/12/2016, 19:36 WIB
SHUTTERSTOCK Ilustrasi

 

KOMPAS.com — Sepatu favorit banyak wanita, sepatu high heels atau sepatu tumit tinggi, memang efektif dalam mendongkrak penampilan sehingga Anda terlihat lebih cantik dan percaya diri.

Ragam sepatu tumit tinggi telah tersebar di pasaran dengan marak penawaran yang membuat wanita untuk kembali membeli dan membeli.

Sepatu tumit tinggi tidak selalu memberikan kenyamanan pada pemakainya. Sebab, Anda bisa dibilang berjalan dengan kaki berjinjit selama beraktivitas mengenakan jenis sepatu tersebut.

Namun, sangat dipahami bahwa untuk sejumlah besar wanita, kenyamanan bukan prioritas utama dalam berpenampilan.

Apakah itu benar? Terserah bagaimana cara berpikir Anda.

Namun, satu hal yang pasti bahwa membeli sepatu yang tidak memperhatikan struktur dan bentuk kaki wanita merupakan kesalahan besar dan Anda akan merugi pada masa mendatang.

Sebab, tak hanya Anda bakal jarang mengenakannya, bisa jadi Anda tidak akan pernah mengenakannya sama sekali. Hal itulah yang disebut benar-benar membuang uang.

Menurut Suzanne Levine, seorang podiatris dari New York, AS, hak sepatu yang lebih dari tiga sentimeter sudah pasti akan membuat kaki Anda lelah selama dan sesudah pemakaian.

“Jika Anda menginginkan hak sepatu lebih dari tiga sentimeter, maka pastikan sol bagian depan sepatu empuk,” jelas Levine.

Selain itu, dia juga mengajurkan agar Anda memperhatikan kualitas insole pada sepatu.

Bagian insole merupakan lapisan bahan yang terletak antara sol dan telapak kaki.

Nah, bahan dan tekstur insole yang bersahabat dengan kulit kaki juga meningkatkan faktor kenyamanan.

Kemudian, Levine mengungkapkan bahwa waktu terbaik membeli sepatu adalah siang menuju sore hari.

“Kaki pada waktu siang dan sore hari merupakan bentuk serta ukuran kaki Anda yang sesungguhnya. Jadi, sepatu tidak akan kekecilan ataupun kebesaran,” pungkasnya.

PenulisKontributor Female, Rakhma
Editor Syafrina Syaaf
Komentar
Close Ads X