Lebih Tipis Lebih Enak? - Kompas.com

Lebih Tipis Lebih Enak?

Iwan Supriyatna
Kompas.com - 17/05/2017, 09:47 WIB
rclassenlayouts Ilustrasi kondom

JAKARTA, KOMPAS.com - Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2012 mendapati, hanya 4,7 persen pria yang menggunakan alat kontrasepsi. Dari jumlah tersebut hanya 2,5 persen yang menggunakan kondom.

Walaupun kondom menawarkan perlindungan paling aman untuk mencegah penularan penyakit seksual, Durex Global Sex Survey tahun 2016 mengungkapkan bahwa 30 persen resonden enggan menggunakan kondom karena kondom dianggap mengurangi kenikmatan, tebal, tidak alami dan berbau lateks.

"Kelemahan alat kontrasepsi kondom memang terasa tidak natural, bau lateks, terasa lebih tebal dan sebagainya," kata Pakar seksualitas dari Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk, dr Heru Oentoeng, Sp And.

Namun, menurut Heru, kondom lebih aman dan praktis dalam penggunaannya, karena tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan. Kondom lebih mudah digunakan, lebih murah dan tidak memiliki efek samping.

Guna menepis anggapan bahwa kondom mengurangi kenikmatan karena tebal, melalui produk teranyarnya, produsen kondom Durex meluncurkan Durex Invisible. Kondom ini diklaim memberi sensasi berbeda dibanding produk lainnya karena lebih tipis 40 persen.

"Durex Invisible lebih tipis 40 persen dibandingakan produk lain. Kondom ini menghilangkan batasan sehingga pasangan merasa sangat dekat, begitu dekatnya sehingga berasa tidak pakai kondom," tutur Presiden Direktur RB Indonesia, Steven Debrabandere, Selasa (16/5/2017) di Jakarta.

Sama seperti semua kondom lateks lainnya dari Durex, Durex Invisible telah melampaui standar internasional ISO 4074 untuk kondom pria berbahan lateks alami. Durex Invisible ini juga telah tersedia di apotik dan gerai-gerai ritel dengan harga jual di kisaran Rp 24.000 per kemasan dengan isi 2 buah kondom.

PenulisIwan Supriyatna
EditorWisnubrata

Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM