Kutu Banyak Ditemui pada Anak yang Sering Main “Gadget”, Mengapa? - Kompas.com

Kutu Banyak Ditemui pada Anak yang Sering Main “Gadget”, Mengapa?

Syafrina Syaaf
Kompas.com - 15/07/2017, 08:00 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COM Ilustrasi

KOMPAS.com – Riset terbaru mengungkapkan bahwa anak-anak yang memiliki ponsel pintar atau tablet lebih mudah tertular kutu pada kepala mereka, ketimbang anak-anak yang tidak memilik gawai.

Riset memperlihatkan bahwa 62,5 persen anak yang sering berkumpul bersama dan bermain gawai lebih mudah mengalami kutu pada rambut selama lima tahun, ketimbang 29,5 persen anak-anak yang bermain tanpa peralatan berteknologi.

Penjelasan yang diuraikan hasil riset Oxford University ini adalah anak-anak yang bermain gawai bersama biasanya duduk berdekatan tanpa bergerak dalam waktu yang lama sehingga memudahkan kutu berpindah kepala.

“Kami tidak bilang bahwa gawai menjadi penyebab utama anak-anak mengalami kutuan tetapi ada hubungannya, yaitu mereka bermain berdekatan dan tidak bergerak. Telah terjadi sebuah fenomena di mana anak-anak yang kutuan mengalami peningkatkan. Informasi berdasarkan informasi dari sekolah,” jelas Matthew Gass, seorang dermatologi dari British Association of Dermatologist.

Para periset menganalisis kuesioner yang telah diisi oleh para pasien anak di John Radcliffe Hospital di Oxford selama satu bulan.

Sebanyak 202 responden anak mengisi kuesioner berisi 92 pertanyaan tersebut.

Hasilnya, 45 persen mengalami kutuan selama lima tahun terakhir, terutama anak-anak perempuan yang memiliki saudara berusia enam hingga sembilan tahun di rumah.

Temuan menariknya adalah mayoritas anak yang mengalami kutuan ini memiliki gawai dan dua dari lima anak sering melakukan swafoto bersama teman-teman sebayanya.

Kebanyakan dari anak-anak tersebut juga mengaku, sering kali bermain bersama menggunakan gawai selama lebih dari satu jam.

Sebanyak 55 persen responden anak yang memiliki gawai dan cenderung aktif melakukan swafoto mengalami masalah kutu kepala.

Penemuan ini dipresentasikan pada konferensi tahunan British Association of Dermatologist.

Penulis Syafrina Syaaf
Editor Syafrina Syaaf
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM