Salin Artikel

Orangtua, Perhatikan Ini Sebelum Jadikan Anak "Artis" Medsos

Banyak pula orangtua yang memanfaatkan banyaknya likes itu sebagai modal untuk mengikutsertakaan si kecil di ajang lomba foto atau mendapatkan sponsor (endorse).

Beberapa bayi yang terkenal di media sosial antara lain Baby Chanco, bayi asal Jepang yang viral karena rambutnya yang unik, serta beberapa balita anak selebriti di Indonesia.

Beberapa selebriti seperti Brooke Shields, Natalie Portman dan Anderson Cooper juga pernah menjadi model ketika bayi. 

Namun, ada berbagai hal yang dipertimbangkan sebelum menjadikan foto bayi yang menggemaskan itu sebagai bagian dari bisnis yang serius. Apa saja pertimbangannya?

1. Menemukan agensi yang benar

Jika ingin si kecil bergabung dengan agensi model, pastikan agensi tersebut adalah perusahaan yang memiliki reputasi. Sebagai orangtua, tentunya keputusan mengambil peran besar dalam setiap langkah karir mereka, maka keputusan ini adalah nomor satu.

Untuk menemukan agensi terpercaya, lakukan riset dari berbagai sumber. Jangan mudah tergoda dengan tawaran yang diberikan.

"Hati-hati juga dengan pesan di media sosial. Selalu klarifikasi dengan agensi untuk menemukan kebenarannya," kata dia.

Bayaran yang didapatkan dari model bayi berbeda-beda. Psikolog anak dan keluarga dari Maui, Hawaii, Heather Wittenberg, Psy.D mengatakan, bayaran tersebut bervariasi biasanya tergantung budget dari brand.

2. Ketahui emosional anak

Pahami bahwa menjadi model anak berarti harus luwes berinteraksi dengan kamera dengan orang-orang dewasa, serta anak-anak lain dengan wajah yang penuh keceriaan.

Parsons mengatakan, jika anak senang bersosialisasi dan berada di lingkungan dengan orang-orang baru, kemungkinan mereka akan menikmati pengalaman berfoto di depan kamera.

"Bayi-bayi yang senang dan mudah tersenyum akan lebih sukses daripada yang mudah marah dan minder," katanya.

Marketing executive di Great Neck, New York, Alise Kreditor yang juga telah lama bekerja dengan bidang produk bayi mengatakan, bisa tenang adalah kualitas terbaik yang bisa dimiliki seorang model bayi.

Jika si kecil pemalu, rewel dan tak ramah, maka mereka tidak cocok dengan ketenaran atau atensi publik.

Konsekuensi negatif membiarkan anak-anak tipe ini menjadi model bisa cukup serius. Seperti peningkatan masalah kecemasan atau depresi.

Jika masih belum mengetahui karakteristik kepribadian anak, cobalah melakukan sesi foto dan lihat reaksinya.


3. Sesuaikan ekspektasi

Wittenburg mengatakan, orangtua harus menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap anak.

"Meskipun anakmu tampak mengagumkan dan sangat dimaklumi jika kamu ingin membaginya kepada dunia, modeling adalah bidang yang sulit. Dibutuhkan waktu berjam-jam untuk menunggu dan menjalani ketidakpastian, seringkali dengan kompensasi yang sedikit bahkan tidak sama sekali," katanya.

Kondisi ini bisa membuat stres, baik bayi maupun orangtua.  Untuk memperlancar prosesnya, Kreditor menyarankan agar ada satu orang dalam keluarga yang menjadi orang utama untuk menjadi mediasi anak dan pihak luar.

Ini akan memudahkan sekaligus mengurangi stres.

Hal lainnya yang harus dilakukan adalah memastikan foto anak adalah yang terbaru alias up to date. Sebab agensi selalu meminta foto bayi dengan busana putih sederhana dan latar belakang putih.

4. Mengedepankan kepentingan anak

Orangtua tentunya ingin memastikan bayi kesayangannya sehat dan keperluan keamanannya terpenuhi.

"Terkadang studio diatur khusus untuk anak dan terkadang tidak," kata Kreditor.

Contohnya, beberapa sesi foto akan memisahkan pintu masuk dewasa dan bayi lalu menyediakan mainan dan makanan. Namun, beberapa lokasi lainnya tidak.

Agar lebih aman, Kreditor merekomendasikan untuk selalu membawa apa yang biasanya dibutuhkan anak.

Aspek lainnya yang perlu diperhatikan adalah terkait suhu dan pencahayaan yang bisa saja tidak ramah anak.

Juga, jangan biarkan anak terpisah dari pengawasan orangtua. "Lokasi pemotretan kadang memaksa orangtua untuk terpisah dari anaknya untuk alasan performa. Orangtua jangan membiarkan hal ini terjadi, apapun janji mereka untuk ketenaran anak," kata Wittenberg.


5. Ketahui risikonya

Walau "pekerjaan" si kecil hanya bergaya di depan kamera, namun menjadi model di usia sekecil itu bisa berpengaruh pada kondisi psikologisnya.

Psikoterapis keluarga dan hubunganekaligus penulis The Self-Aware Parent, Fran Walfish, Psy.D mengatakan, ada risiko anak berkembang dengan kepribadian yang salah.

Maksudnya, anak bisa saja menerima keyakinan bahwa orang-orang menginginkan kepribadian tertentu, yang mana kepribadian itu bisa saja hanya dibutuhkan di depan kamera.

Risiko lainnya adalah jika anak ditempatkan pada ekspektasi tertentu yang tidak beralasan, mungkin saja mereka berpikir bahwa pekerjaan mereka hanyalah membuat orangtuanya dan orang lain senang.

"Ini adalah kemunduran dan merusak bagi anak yang butuh belajar dan bereksplorasi dalam jalur yang tepat di usia dini," ujar Wittenberg seperti dikutip dari situs whattoexpect.com

Masa depan anak juga perlu dipertimbangkan. Sebab, ketika anak sudah menjadi model sejak bayi, ketika dewasa mungkin saja mereka akan diasosiasikan dengan produk atau brand tertentu yang mungkin mereka tidak sukai.

Namun, tentu saja ini bukan berarti modeling untuk bayi tidak bisa menjadi kesempatan yang baik. Setiap bayi memiliki perbedaan dan keluarga memiliki porsi yang besar dalam pengambilan keputusan dan menentukan masa depan mereka. Namun, fakta-fakta ini layak untuk dipertimbangkan dan dibicarakan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/05/24/070000820/orangtua-perhatikan-ini-sebelum-jadikan-anak-artis-medsos

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.