Salin Artikel

Cara Mudah Mengukur Tekanan Darah Sendiri di Rumah

KOMPAS.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner. Meski dialami oleh banyak masyarakat, namun kondisi ini masih kerap disepelekan.

Padahal, tekanan darah tinggi yang dibiarkan berlarut bisa menyebabkan komplikasi kesehatan seperti penyakit jantung, stroke hingga kematian.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi adalah kondisi ketika pembacaan tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.

Lalu, kapan dan dalam kondisi seperti apa kita dianjurkan mengukur tekanan darah?

"Biasanya tekanan darah diukur atas indikasi saja. Misalnya, ketika mengurus surat sehat, melakukan general check up, atau berdasarkan keperluan. Seperti jika ada penyakit, dalam perawatan atau saat kontrol ke dokter di poliklinik."

Demikian penjelasan Dokter Spesialis Jantung Intervensi dari Rumah Sakit Immanuel Bandung, dr. Edwin Setiabudi, Sp.PD., KKV-FINASIM sesi webinar bertajuk "Dislipidemia dan Hipertensi sebagai Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner serta Program Screening Kesehatan", Senin (27/7/2020).

Untuk mendapatkan angka pengukuran tekanan darah yang akurat, ternyata tidak bisa hanya dilakukan satu kali.

Apalagi, ada beberapa orang yang mengalami white coat hipertension ketika menjalani pengukuran di rumah sakit.

Dr. Edwin menjelaskan, white coat hipertension terjadi saat tekanan darah meningkat ketika seseorang bertemu dengan orang-orang yang menggunakan baju putih, dalam hal ini dokter atau perawat sehingga tekanan darahnya cenderung tinggi ketika berada di lingkungan rumah sakit.

"Jadi, mengukur tekanan darah yang terbaik berdasarkan home blood pressure monitoring atau mengukur tekanan darah di rumah," kata dia.


Mengukur tekanan darah yang tepat

Jika Anda memiliki pengukur tekanan darah digital, manfaatkanlah untuk mengukur tekanan darah sendiri di rumah.

Beberapa syarat yang perlu dipenuhi, antara lain:

- Mengukur seminggu sebelum kontrol ke dokter.

- Diukur sehari dua kali, yakni pagi dan sore/malam hari.

- Wajib dicatat, lebih baik menggunakan tabel.

- Memerhatikan posisi pengukuran yang baik, yakni dalam posisi duduk, punggung berdandar, dan kaki rapat di lantai.

- Manset ukur harus sesuai dan melingkar di lengan kanan atau kiri, sesuai dengan posisi ukur yang biasa dilakukan. Manset tidak boleh terlalu ketat maupun longgar dan harus sejajar jantung.

- Jika pengukuran di pagi hari: tidak boleh sambil bicara ketika pengukuran, tidak boleh menahan buang air kecil, pengukuran tidak boleh dilakukan setelah melakukan aktivitas fisik sedang seperti jalan-jalan, tidak boleh mengonsumsi kopi sebelumnya, tidak dianjurkan makan dulu, atau minum obat antihipertensi.

Tahap pengukuran:

1. Ketika manset sudah melingkar di lengan dengan pas, cobalah tarik napas dan santai dulu selama beberapa saat atau bahkan hingga lima menit. Jangan sampai Anda merasa stres.

"Kalau kita dalam keadaan mood yang tidak baik tidak boleh dilakukan pengukuran tekanan darah," ujar dr. Edwin.

2. Jika sudah tenang, mulailah ukur tekanan darah. Lakukan tiga kali pengukuran dengan jarak satu menit antar-pengukuran lalu catat semua hasilnya.

Dari tiga kali pengukuran, buang hasil pengukuran pertama dan rata-ratakan hasil pengukuran kedua dan ketiga.

3. Setelah kira-kira 12 jam kemudian, lakukan pengukuran dengan cara yang sama sehingga dalam satu hari kita memiliki dua catatan pengukuran tekanan darah.

Lakukan selama tujuh hari sehingga kita memiliki 14 angka pengukuran. Jika sudah lengkap, hapus data hari pertama kemudian jumlahkan dan rata-ratakan sisanya.

"Itulah angka tekanan darah yang sesungguhnya," ungkap dr. Edwin.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/28/115910620/cara-mudah-mengukur-tekanan-darah-sendiri-di-rumah

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.