Salin Artikel

Cara Mencegah Risiko Kanker Kolon, Perenggut Nyawa Chadwick Boseman

Kanker kolorektal atau kanker kolon merupakan jenis kanker yang tumbuh pada usus besar.

Penderita kanker kolon biasanya tidak menyadari kapan sel kanker mulai tumbuh. Bila tidak segera ditangani, hal ini dapat berakibat fatal.

Lalu, bagaimana cara mencegah terjadinya kanker kolon?

Dilansir cancer.org, sedikitnya ada enam cara yang bisa dilakikan untuk melindungi kesehatan kolon kita.

1. Skrining kanker kolorektal

Skrining adalah tes untuk mendeteksi kanker sebelum tanda dan gejalanya berkembang.

Pemeriksaan kolorektal seringkali dapat menemukan pertumbuhan pada usus besar atau rektum yang disebut polip, yang dapat diangkat sebelum berubah menjadi kanker.

Tes ini juga dapat menemukan kanker usus besar atau rektal lebih awal. Ketika berhasil dideteksi sejak awal, perawatannya lebih mungkin berhasil.

American Cancer Society merekomendasikan skrining ini dimulai pada usia 45 tahun untuk orang dengan risiko rata-rata.

Untuk lebih jelasnya, cobalah berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan tentang kapan harus mulai tes dan tes mana yang paling tepat.

2. Makan banyak sayur, buah dan gandum utuh

Pola makan yang banyak mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian kerap dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus besar atau rektal.

Jangan lupa usahakan juga makan lebih sedikit daging merah (sapi atau kambing) dan daging olahan yang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.

3. Olahraga teratur

Orang-orang yang tidak dan kurang aktif secara fisik memiliki peluang lebih besar terkena kanker usus besar atau rektal.

Meningkatkan aktivitas fisik dapat membantu kita mengurangi risikonya.

4. Perhatikan berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko terkena dan meninggal akibat kanker usus besar atau rektal.

Usahakan makan makanan yang lebih sehat dan meningkatkan aktivitas fisik untuk membantu mengontrol berat badan tetap ideal.

5. Tidak merokok

Perokok jangka panjang lebih mungkin mengembangkan dan meninggal karena usus besar atau kanker rektal, daripada orang-orang yang bukan perokok.

Jika kamu merokok, cobalah untuk perlahan menguranginya hingga bisa sama sekali tidak merokok.

Kamu juga bisa meminta bantuan ahli untuk membantu berhenti merokok dengan sukses.

6. Membatasi alkohol

Konsumsi alkohol berkaitan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih tinggi.

The American Cancer Society merekomendasikan minum alkohol tidak lebih dari dua porsi sehari untuk pria, dan satu porsi sehari untuk wanita.

Ada pun satu porsi setara 350ml bir, 150ml anggur, atau 45ml hard liquor.

Namun, akan jauh lebih baik jika kita memangkas sepenuhnya konsumsi alkohol.

Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan yang berkaitan dengan pola, berat badan, dan olahraga sangat berkaitan dengan risiko kanker kolorektal.

Dan, kaitannya lebih kuat daripada terhadap jenis kanker lainnya.

Mengubah beberapa kebiasaan gaya hidup mungkin hal yang sulit.

Tetapi, membuat perubahan gaya hidup bisa membantu kita menurunkan risiko kanker kolorektal sekaligus menurunkan risiko penyakit serius lainnya, seperti penyakit jantung dan diabetes.

Faktor risiko yang tidak bisa diubah

Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan kasus baru kanker kolorektal pada populasi yang lebih muda.

Itulah mengapa American Cancer Society merekomendasikan skrining kanker kolorektal dimulai pada usia 45 tahun untuk orang dengan risiko rata-rata.

Tetapi, beberapa orang memiliki faktor risiko tertentu yang membuat kanker kolorektal lebih mungkin berkembang lebih awal dan mendapatkannya pada usia yang lebih dini.

Untuk orang-orang ini, mereka perlu melakukan pemeriksaan lebih awal, atau dites lebih sering daripada orang lain.

Salah satu faktor risikonya adalah riwayat keluarga kanker kolorektal atau polip prakanker, terutama pada orangtua, saudara laki-laki dan perempuan, atau anak-anak.

Sekitar 1:3 orang yang menderita kanker usus besar atau rektal memiliki anggota keluarga lain yang juga mengidap penyakit tersebut.

Riwayat keluarga dengan masalah kolorektal lain juga dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Hal ini termasuk sindrom herediter seperti poliposis adenomatosa familial atau kanker kolon non-poliposis herediter, yang juga dikenal sebagai sindrom Lynch.

Riwayat pribadi seseorang juga dapat memengaruhi risiko. Misalnya, mereka yang lebih mungkin terkena kanker usus besar atau rektal jika pernah memiliki polip usus pra-kanker di masa lalu.

Memiliki kondisi lain, seperti kolitis ulserativa, penyakit Crohn, atau diabetes tipe 2 juga dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Jika kamu mengalami salah satu masalah ini, cobalah berkonsultasi dengan dokter, dan lakukan skrining apabila dianjurkan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/08/29/152348520/cara-mencegah-risiko-kanker-kolon-perenggut-nyawa-chadwick-boseman

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.