Salin Artikel

Digital Detox alias Puasa Medsos, Bagaimana Caranya?

KOMPAS.com - Kita sudah sering mendengar bahwa media sosial tidak selalu memberi dampak baik pada seseorang. Meski ada banyak manfaatnya, medsos bisa merugikan kesehatan mental jika tidak bijaksana menggunakannya.

Bagi mereka yang sudah terpengaruh dampak buruk medsos, maka aktivitas sesederhana scrolling melihat media sosial ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan mentalnya. Paparan konten dan informasi yang bertubi-tubi rentan membuat seseorang kewalahan.

Di sinilah pentingnya melakukan digital detox atau puasa melihat media sosial sebagai upaya membuat diri lebih fokus dan tenang.

Terkadang, seseorang bisa tanpa terasa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk melihat foto-foto dan video orang lain di media sosial.

Padahal, tak ada manfaat signifikan terhadap dirinya sendiri. Justru sebaliknya, waktu tersita, energi terserap, belum lagi pikiran menjadi semakin rumit.

Bagaimana cara melakukan digital detox?

Sebenarnya, paparan konten yang membuat kewalahan bukan hanya dari media sosial. Selalu berada di sekitar ponsel, laptop, smartwatch, hingga tablet membuat seseorang sangat terkoneksi sekaligus mudah terdistraksi.

Seseorang akan merasa terhubung dengan orang-orang yang ada di media sosial, tetapi justru tidak terhubung dengan realita.

Durasi yang dihabiskan untuk melihat perangkat elektronik membuat seseorang juga seakan “lupa” dengan apa yang ada di sekitarnya.

Hal ini bisa menyebabkan masalah dengan keluarga, pekerjaan, dan parahnya membuat seseorang merasa kecanduan.

Digital detox perlu dilakukan apabila seseorang sudah terlalu kecanduan media sosial hingga mengganggu aktivitas sehari-harinya. Lantas, bagaimana cara melakukan digital detox?

Tentukan periode detox

Hal pertama yang bisa dilakukan untuk mewujudkan digital detox adalah dengan menentukan kapan waktu untuk berhenti mengakses perangkat elektronik.

Periode ini berbeda antara satu orang dan lainnya, entah itu pagi hari, saat istirahat siang, atau menjelang waktu tidur.

Mungkin digital detox terkesan sederhana, tetapi tidak begitu kenyataannya. Ketika melakukan puasa media sosial, sistem saraf dan respons stres tubuh secara alami akan mengambil alih. Rasanya seperti sedang mengalami alcohol withdrawal.

Untuk bisa menahan keinginan mengakses media sosial, sebisa mungkin temukan kegiatan yang lebih menarik. Entah itu menekuni hobi, berjalan-jalan, berolahraga, atau aktivitas apa pun yang bisa membuat lupa dengan perangkat elektronik di sekitar.

Tinggalkan ponsel

Apabila keinginan melihat ponsel terus-menerus semakin sulit dihalau, letakkan ponsel di tempat yang tidak mudah diakses.

Contohnya dengan mematikan atau meninggalkan ponsel di rumah saat pergi ke luar. Hanya perlu waktu beberapa jam tanpa ponsel, dapat memutus siklus kecanduan digital.

Matikan notifikasi

Jika meninggalkan ponsel tidak mungkin diwujudkan, setidaknya matikan notifikasi kecuali untuk aplikasi yang benar-benar penting saja. Tiadanya notifikasi terus-menerus membantu meredam rasa stres dan membuat seseorang merasa bisa mengendalikan harinya.

Cara lain bisa juga dengan membatasi waktu mengakses media sosial, semisal hanya 1-2 jam saat jeda makan siang.

Sekarang sudah banyak fitur yang memungkinkan seseorang membatasi akses sebuah aplikasi. Jika sudah melewati batasan waktunya, aplikasi akan menutup dengan sendirinya.

Jangan langsung memeriksa ponsel

Jangan sampai ponsel menjadi hal pertama dan terakhir yang dilihat ketika akan tidur dan baru bangun tidur. Bila memungkinkan, atur alarm dengan jam dan bukan ponsel.

Setelah bangun, lakukan aktivitas lain dan jangan langsung melihat ponsel setidaknya selama beberapa menit atau beberapa jam.

Berlakukan aturan digital detox bersama

Apabila semua anggota keluarga atau rekan kerja selalu terlihat asyik dengan ponsel masing-masing saat sedang berkumpul, saatnya menerapkan digital detox bersama.

Buat aturan untuk tidak mengakses perangkat elektronik apa pun saat family time atau bersama-sama. Awalnya terasa sulit, tetapi hal ini akan membuat setiap orang semakin terkoneksi secara nyata.

Kurasi apa yang dilihat di medsos

Mengingat waktu untuk mengakses media sosial sudah sangat dibatasi, lakukan kurasi apa saja yang baik untuk kamu lihat.

Orang-orang yang membuat pikiran tidak menyenangkan, akun yang kerap menyebarkan berita bohong, hingga siapa pun yang terkesan pamer atau tidak cocok dengan value kita sebaiknya tidak diberi kesempatan untuk “tampil” saat Anda mengakses ponsel.

Menatap layar selama berjam-jam dengan gerakan konstan repetitif juga bisa berdampak buruk dalam jangka panjang.

Ketika seseorang sudah berhasil melakukan digital detox sekaligus menentukan apa yang layak dilihat dan tidak ketika mengakses media sosial, artinya kendali kehidupan kembali ada di tangannya.

Ingat, apa yang ada di media sosial bukan segalanya. Belum lagi dengan semua polesan yang justru membuat seseorang mempertanyakan mengapa dirinya tak seberuntung orang yang dilihatnya. Hal ini sifatnya sangat negatif, maka digital detox merupakan penyelamat untuk itu.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/08/31/145549120/digital-detox-alias-puasa-medsos-bagaimana-caranya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.