Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

Berawal dari Gerobak, Remaja Berusia 14 Tahun Sukses Buka Restoran

KOMPAS.com - Banyak kisah menginspirasi tentang orang-orang muda yang berhasil meraih sukses di dunia bisnis. Salah satunya adalah Mason Wright, remaja asal Stonecrest, Georgia, Amerika Serikat.

Di usianya yang baru menginjak 14 tahun, Mason sudah memiliki restoran hot dog di Stonecrest yang bernama Mason Super Dogs. Bahkan, ia membukanya di tengah pandemi, kondisi yang menyebabkan banyak bisnis merosot. Restorannya ini selalu ramai dan hot dognya habis terjual.

Namun, tidak ada seorang pun yang langsung menuai sukses. Mason sempat berjualan hot dog dengan berkeliling menggunakan gerobak.

Keinginannya untuk menghasilkan uang sendiri sudah dimulai sejak kecil. Ia memulainya dengan menjadi penjaga anjing peliharaan, mencuci mobil, atau memotong rumput.

Di tahun 2015, ia bersama saudara perempuannya pergi ke kota New York. Dalam suatu kesempatan, mereka berdua berdiri di antrean panjang untuk membeli hot dog.

"Saya harus mengantre selama sepuluh menit di Times Square, dan setiap penjual hot dog memiliki antrean panjang," katanya.

Namun, setelah lama mengantre, ia mendapati rasa hot dog yang dibeli tidak begitu enak.

"Saya ingin membawa konsep bisnis hot dog kembali ke Stonecrest di dekat Atlanta, tempat saya tinggal."

Beberapa tahun kemudian, menjelang hari Natal, ia pun meyakinkan kedua orangtua serta kakeknya agar boleh berjualan hot dog menggunakan gerobak.

Di tahun 2017, Mason akhirnya memiliki gerobak hot dog elektrik berwarna merah. Ia lalu menjual hot dog di pesta barbeque keluarganya, serta pesta ulang tahun dan acara-acara lain.

"Saya mulai membuat saus tomat, mustard dan chilli cheese dog, dan saya mendapat perhatian, tetapi gerobak saya hanya bisa menampung delapan hot dog," ucapnya.

Setiap hot dog dia jual seharga 5 dollar AS atau sekitar Rp 70.000, dan ia bisa memperoleh penghasilan 200 dollar AS atau setara Rp 2,8 juta dalam waktu seminggu.

Namun, Mason ingin meningkatkan penghasilannya. Sehingga dia mulai mencari cara untuk mendapatkan gerobak hot dog bergaya New York yang memiliki ukuran lebih besar.

Hasil penjualan dia tabung, dan ia berhasil membeli gerobak tersebut di saat usianya 12 tahun.

"Itu adalah gerobak dorong yang harus Anda dorong di jalanan dan sangat berat, tapi bisa memuat sekitar 250 hot dog," tutur Mason mengisahkan.

Mason pun membuat berbagai jenis hot dog, seperti Donatello, Venus, dan Fire Storm. Namun, hot dog original Mason seperti Mighty Dogs dan Chilli Cheese tetap dia bawa.

Disebutkan Mason, Donatello adalah hot dog yang terdiri dari saus pizza, keju parmesan, pepperoni serta mozzarella. Sedangkan hot dog Venus menggunakan bahan-bahan berupa selada, tomat, bawang, cabai, dan saus cabai.

"Masing-masing hot dog saya beri nama superhero, karena saya suka Marvel dan DC Comics, dan ketika berada di Times Square New York, saya lihat semua superhero di sana. Saya akhirnya dapat ide untuk membuat topping ini."

Dibantu kakak

Mason mengaku memiliki beberapa orang yang sudah dia anggap seperti kakak laki-lakinya di Morehouse College di Atlanta yang mendukungnya menjadi pengusaha.

"Suatu hari di tahun 2018, salah satu dari mereka menelepon dan memberi tahu saya bahwa mereka sedang mengadakan uji coba untuk acara TV Shark Tank di kampus," kata dia.

"Saya harus datang dan mempromosikan bisnis hot dog saya. Saya satu-satunya wirausaha yang masih muda dan saya gugup."

Rupanya, salah satu "big brother" atau kakak laki-lakinya menjabat sebagai presiden di kampus tersebut. Keduanya pun membicarakan bisnis yang dibangun Mason.

"Saya pun boleh tinggal di kampusnya dan menyajikan hot dog di hari Rabu. Mahasiswa, profesor, dan staf membeli hot dog saya, dan mereka menyukainya," terangnya.

Di awal tahun 2020, Mason membuka sebuah restoran dari uang simpanannya sekitar 9.000 dollar AS atau sekira Rp 128 juta.

Mason meminta bantuan kepada kakak perempuannya untuk menjalankan bisnis restoran berdua, karena dia yakin restoran itu akan berkembang dan menghasilkan keuntungan.

Ibunda Mason yang tidak mengetahui niat sang anak terkejut dengan apa yang terjadi.

"Kami mengirimkan foto di mana kami memegang kunci dan kakak perempuan saya menulis, 'ma, saya punya restoran untuk Mason!'" sebut dia.

Akan tetapi, proses membuka restoran tidaklah sebentar. Butuh waktu sekitar lima bulan untuk membangun dan menjalankan restoran.

"Masalah terbesar yang kami hadapi, orang-orang mengatakan saya baru berusia 14 tahun, dan restoran itu harus atas nama kakak perempuan saya," jelas Mason.

Kakak perempuannya tidak setuju akan hal tersebut. Dari situ, Mason beserta sang kakak melibatkan anggota dewan kota hingga akhirnya ia mendapatkan lisensi untuk bisnis restorannya.

Selain itu, Mason juga menjadi orang termuda di Georgia yang memiliki restoran dan sukses.

Varian vegan

Restoran Mason Super Dogs resmi beroperasi di tanggal 17 Oktober, dengan antrean yang panjang dan hot dog Mason terjual habis di sore hari.

"Kami buka Selasa hingga Sabtu, dan memberlakukan pengambilan di tempat untuk dibawa pulang, meskipun bisnis sedikit melambat di musim dingin dan peningkatan kasus Covid-19."

Mason menceritakan, ia mengikuti kegiatan belajar mengajar mulai pukul 06.00-10.00 waktu setempat, dan membuka restoran pada pukul 11.00.

"Begitu tiba di restoran, saya nyalakan lampu dan menyiapkan mesin kasir. Saya mengaduk cabai, memotong ayam dan steak, dan memanggang buncis, karena kami memiliki menu 13 hot dog di menu," tutur Mason.

Restorannya berjalan baik. Di lingkungannya, Mason disebut 'King of Hot Dog'."

Dia sadar, makanan vegan mulai populer sejak dia mengenalkan hot dog vegan di Morehouse College.

Banyak orang dari perguruan tinggi lain juga rela datang untuk mencicipi hot dog vegan buatan Mason.

Di tahun 2019, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), organisasi nirlaba yang memperjuangkan hak-hak binatang di AS mendatangi Mason.

Organisasi itu menyatakan bahwa hot dog vegan buatan Mason menempati peringkat kelima di AS.

Baik teman dan keluarganya merasa bangga dengan apa yang dilakukan Mason sejauh ini, dan terinspirasi untuk membuka bisnis.

"Di masa depan, saya ingin bisnis saya go international dan bisa membuka restoran di bandara. Selain itu, saya ingin mengajak ibu saya berlibur, seperti ke London atau Kanada."


https://lifestyle.kompas.com/read/2020/12/22/130119420/berawal-dari-gerobak-remaja-berusia-14-tahun-sukses-buka-restoran

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke