Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bolehkah Memberikan Madu Kepada Bayi?

KOMPAS.com - Madu dikenal memiliki berbagai manfaat baik untuk tubuh, mulai sebagai pereda batuk hingga mempercepat proses penyembuhan luka. 

Karena dianggap sehat, banyak orang tua memberikan madu kepada anaknya, dengan harapan mampu menjaga daya tahan tubuh.

Meskipun begitu, madu sebaiknya tak diberikan kepada anak-anak di bawah usia 1 tahun.

Aturan ini berlaku untuk semua jenis madu, maupun olahan makanan yang terbuat dari madu. 

Melansir dari WebMD.com, madu dapat dapat menimbulkan keracunan makanan atu botulisme jika dikonsumsi oleh anak di bawah 1 tahun.

Apa itu botulisme

Secara medis, botulisme merupakan keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri clostridium botulinum, salah satu racun paling kuat.

Pada bayi, botulisme biasanya disebabkan oleh spora atau bakteri yang tertelan.

Bakteri penyebab botulisme pada bayi terdapat pada sungai, tanah, debu, bahkan madu.

Clostridium botulinum ini dapat tumbuh dan berkembang di dalam perut bayi dan menghasilkan racun berbahaya.

Sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Gejala botulisme

Botulisme paling sering terjadi pada bayi berusia di bawah 6 bulan.

Bayi yang terkena botulisme biasanya akan menunjukkan gejala seperti:

  1. Lemas
  2. Gerakan yang melemah, seperti saat menghisap ASI dan menangis
  3. Kesulitan menelan makanan
  4. Mengiler berlebihan
  5. Sembelit
  6. Kesulitan bernapas

Jika sudah mengalami beberapa gejala di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pada usia berapa anak boleh mengonsumsi madu?

Madu memang mengandung vitamin, mineral, elektrolit, enzim, asam amino, dan flavonoid yang bermanfaat bagi tubuh.

Meskipun begitu, karena miliki kandungan gula dan kalori yang tinggi, madu termasuk ke dalam kategori gula tambahan yang tidak boleh dikonsumsi berlebihan. 

Asosiasi dokter anak di Amerika, yaitu American Academy of Pediatrics juga menyarankan agar orang tua tidak memberikan gula tambahan seperti madu, gula merah, gula pasir, dan sejenisnya pada anak di bawah usia 2 tahun.

Dan, madu tetap bisa diberikan pada anak-anak di atas usia 2 tahun dengan catatan, tidak mengonsumsi lebih dari 25 gram atau 6 sendok teh setiap harinya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2023/07/12/193143720/bolehkah-memberikan-madu-kepada-bayi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke