Kompas.com - Diperbarui 15/09/2022, 09:26 WIB

KOMPAS.com - Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah lepasnya selaput lendir rahim yang berkaitan dengan siklus hormonal.

Menstruasi adalah keluarnya darah dari vagina sebagai akibat siklus bulanan yang dialami wanita.

Siklus ini terjadi secara alami dan merupakan bagian dari proses organ reproduksi wanita untuk mempersiapkan kehamilan.

Meskipun menstruasi sudah dialami perempuan sejak usia 11 atau 12 tahun, hingga sekarang ternyata masih banyak fakta seputar menstruasi yang belum kita ketahui.

Mengapa darah menstruasi tak selalu berwarna merah, atau apakah minum air es bikin aliran darah makin deras.

Baca juga: Memahami Perubahan Siklus Menstruasi Seiring Bertambahnya Usia

Dua orang dokter di Jakarta, yakni dr Bramundito, SpOG, dan dr Susie Rendra, SpKK, pada suatu ketika pernah secara khusus membahas mengenai hal ini.

1. Tidak ada patokan kapan perempuan akan mendapatkan haid pertama kali.

Misalnya, kata Bram, ada perempuan yang haid di usia 9 tahun, tapi ada juga yang baru mendapat haid pertama di usia 14 tahun ke atas.

Haid terjadi ketika hormon seks wanita mulai berkembang dan mulai terjadi ovulasi di mana sel telurnya mulai matang. Itulah yang memengaruhi siklus haidnya,” urai Bram.

2. Selama sel telur yang dimiliki berjumlah banyak dan normal, tidak ada dampak apa pun ketika haid pertama datang di usia muda.

Begitu juga jika haid pertama datang di usia di atas 14 tahun, asalkan jadwal haid teratur setiap bulan.

Lain halnya jika haid tidak teratur dan sel telurnya tidak bisa berovulasi, kemungkinan ia tidak bisa hamil.

3. Haid yang normal bisa dilihat dari lamanya haid berlangsung.

“Biasanya 5 – 7 hari. Jika lebih atau siklusnya tidak teratur, berarti terjadi gangguan hormonal,” ucap Bram.

Gangguan hormonal yang menyebabkan menstruasi tak normal bisa disebabkan stres, pemakaian obat pelangsing, penggunaan KB hormonal, atau faktor lainnya.

Baca juga: 6 Makanan untuk Redakan Kram Saat Menstruasi

4. Berhubungan seks saat haid sangat dilarang, sebab serviks (leher rahim) dalam keadaan terbuka dan darah yang keluar bisa masuk lagi ke dalam kemaluan.

Hal ini bisa menyebabkan infeksi dan berisiko penyakit endometriosis.

5. Ternyata, perempuan yang sedang haid tidak dianjurkan berenang.

“Secara logika, ketika berada di dalam air, tekanan air menjadi tinggi dan bisa jadi darah haid tidak keluar, apalagi kalau menggunakan pembalut.

Tapi, ketika kita melakukan aktivitas di dalam air, kemungkinan darah keluar sangat tinggi,“ jelas Bram.

Higienitas pun termasuk alasan mengapa berenang saat haid sangat tidak dianjurkan.

6. Meski sudah biasa berolahraga berat, sebaiknya pilih olahraga yang ringan saat sedang datang bulan.

“Ketika haid, kondisi tubuh cenderung menurun,” demikian alasan Bram.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Sumber


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.