Kompas.com - 15/09/2013, 11:53 WIB
Ajarkan anak saling berbagi sejak kecil PARENTDISHAjarkan anak saling berbagi sejak kecil
|
EditorD. Syafrina Syaaf

KOMPAS.com — Penelitian baru menunjukkan, jika anak dibiasakan untuk saling berbagi dengan orang lain dari usia balita, hal itu akan mendorong mereka menjadi pribadi yang senang menolong di masa depan. Yuk, ajari si kecil berbagi mulai sekarang!

Saat anak sudah memasuki bangku sekolah, ia akan bertemu  banyak teman-teman sebayanya. Pada situasi seperti ini, anak-anak diharapkan dapat bersosialisasi dan berbagi bersama mengenai apa yang mereka miliki.

Dalam penelitian baru yang diumumkan Senin lalu, berdasarkan hasil penelitian dari Cornell University di Amerika Serikat yang melakukan serangkaian percobaan pada 72 anak usia prasekolah, dari umur tiga sampai lima tahun.

Temuan menunjukkan bahwa anak yang bisa saling berbagi ketika diberikan pilihan yang sulit menyebabkan mereka melihat dirinya menjadi seseorang yang baru, ini melatih kepribadian mereka menjadi lebih dermawan.

"Memasrahkan diri mereka untuk menjadi orang-orang yang bisa saling berbagi memungkinkan mereka menjadi orang yang lebih bertindak secara prososial di masa depan," kata para peneliti.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ide ini, di mana seperti yang dijelaskan, memiliki efek terhadap indahnya saling berbagi. Sebaliknya, anak-anak yang sedari kecil tidak diajarkan perilaku tolong menolong, akan menjadikan mereka pribadi yang cenderung tidak tanggap dengan reaksi pada lingkungan sekitar di masa depan.

"Membuat pilihan yang sulit memungkinkan anak-anak untuk menyimpulkan sesuatu yang penting tentang diri mereka sendiri," kata para peneliti. Lebih lanjut, peneliti berpendapat bahwa "Berhadapan dengan situasi yang tidak selalu mudah, akan membuat anak menyimpulkan lingkungan seperti apa yang baik untuk mereka”

Dalam satu percobaan, peneliti Nadia Chernyak dan Tamar Kushnir memperkenalkan anak-anak pada boneka bernama Doggie yang terlihat sedih. Beberapa anak diberi pilihan sulit, yaitu membagi stiker berharga untuk Doggie, atau menyimpannya untuk diri mereka sendiri.

Kemudian selanjutnya, anak-anak diperkenalkan lagi dengan boneka Ellie yang terlihat sama menyedihkan. Mereka diberi pilihan untuk berbagi stiker pada Ellie. Anak-anak yang sebelumnya telah membuat pilihan untuk membantu Doggie, kini melakukan hal yang sama untuk berbagi stiker dengan boneka malang tersebut.

Sedangkan, anak-anak yang awalnya dihadapkan dengan pilihan mudah atau yang diminta untuk memberikan stiker kepada Doggie, bagaimanapun, pada akhirnya mereka hanya mau memberikan sedikit stiker untuk Ellie.

"Anda bisa menyimpulkan, bahwa anak-anak yang diminta untuk membagi stiker pada Doggie ditemui mereka tidak merasa perlu untuk melakukannya lagi pada Ellie," kata Chernyak. " Tapi ini tidak terjadi, setelah anak-anak membuat keputusan sulit memberikan sesuatu untuk orang lain, mereka lebih murah hati pada akhirnya.”

Mengajak anak-anak untuk membuat pilihan yang sulit, dapat memengaruhi perilaku mereka dengan mengajarkan pelajaran yang lebih besar tentang kemampuan mereka, preferensi, dan niat terhadap orang lain. Karenanya, ajarkan anak Anda saling berbagi dan tolong-menolong sejak dini.



Sumber parentdish
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X