Bentuk Otot dan Kikis Lemak dengan Rajin Lompat Tali

Kompas.com - 14/07/2017, 08:32 WIB
Ilustrasi lompat tali gpointstudioIlustrasi lompat tali
|
EditorLusia Kus Anna

"Sepertinya yang lebih aktif memang pergelangan dan tangan, tetapi sebenarnya dibutuhkan otot bagian lengan atas, pundak, dan punggung untuk mengontrol dan menstabilkan tali," kata Michele Olson, profesor kedokteran olahraga.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan lari atau olahraga kardio lainnya, lompat tali adalah latihan total untuk seluruh tubuh.

Manfaat lain adalah untuk tulang. Semua olahraga yang memberi tekanan pada tulang akan meningkatkan kepadatannya. Itu sebabnya penelitian menemukan, wanita muda yang rutin melakukan lompat tali memiliki peningkatan kepadatan tulang pada kaki dan bagian punggung bawah.

Meski lompat tali terlihat sepele, tetapi ini bisa jadi olahraga yang berat karena itu perlu berhati-hati.

"Tergantung pada intensitasnya, lompat tali bisa jadi olahraga berat. Jika bobot Anda kelebihan 22 kilogram dari berat normal, maka lompat tali tidak dianjurkan," kata Church.

Apabila Anda tidak termasuk kegemukan, maka mulailah lakukan lompat tali secara bertahap. Misalnya dari olahraga rutin Anda tambahkan 5 menit melakukan lompat tali.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber TIME
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X