Kompas.com - 25/08/2017, 15:00 WIB
Ribuan tenda untuk menampung umat Islam yang tengah melangsungkan ibadah haji di Mina, di luar kota Mekah, Saudi Arabia, 19 September 2015. Sekitar 3 juta umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Mekah untuk melangsungkan ibadah Haji AP PHOTO / MOSAAB ELSHAMYRibuan tenda untuk menampung umat Islam yang tengah melangsungkan ibadah haji di Mina, di luar kota Mekah, Saudi Arabia, 19 September 2015. Sekitar 3 juta umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Mekah untuk melangsungkan ibadah Haji
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Udara kering dan panas diperkirakan akan berlangsung selama musim haji, yaitu Agustus hingga Oktober 2017. Kondisi ini membuat jemaah haji harus mewaspadai kondisi dehidrasi.

Dokter spesialis penyakit dalam Surahman Muin menjelaskan, panas dalam merupakan salah satu petunjuk terjadinya dehidrasi atau tubuh kekurangan cairan sehingga perlu minum air.

"Gejala utama kondisi ini adalah haus, merasa panas tapi bila orang lain pegang permukaan tubuh tidak terasa panas, serta urine yang berwarna kuning pekat," katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Panas dalam sebenarnya adalah perasaan panas di dalam tubuh, terutama pada sistem pencernaan, tetapi pada pemeriksaan suhu tubuh tidak lebih dari 37,5 derajat Celsius.

Keadaan panas dalam ini bisa diperparah akibat terpapar panas matahari yang berlebihan sehingga berisiko menurunnya daya tahan tubuh.

Sistem imun yang lemah menyebabkan tubuh lebih mudah terserang penyakit, misalnya saja gangguan pernapasan, bronkhitis, hingga radang paru.

Daya tahan tubuh yang rendah juga dapat memicu kemerahan pada mata, heat stroke atau sengatan panas, serta kulit kaki menjadi pecah-pecah dan kering. Maka dari itu, saat menghadapi cuaca panas, Surahman menyarankan para jamaah haji untuk memakai masker yang selalu dibasahi.

Surahman memberikan tips untuk menjaga kondisi kesehatan selama menunaikan ibadah haji. Mengonsumsi air yagn cukup adalah salah satu cara agar kita terhindar dari dehidrasi.

Air adalah salah satu asupan penting yang sangat diperlukan tubuh untuk mempertahankan suhu normal di dalam tubuh. Saat beribadah haji, hindari aktivitas yang tidak berhubungan dengan rangkaian ibadah terutama di udara terbuka. Jika diperlukan, mengonsumsi larutan penyegar untuk mengatasi panas dalam.

“Dan jangan lupa, banyak mengkonsumsi buah-buahan yang kadar airnya lebih banyak serta istirahat cukup sehingga daya tahan tubuh bisa recovery cepat,” paparnya.

Selanjutnya, produksi buang air kecil diusahakan 40 cc per jam dengan warna urine kuning muda dan bening. Terkait pola makan, sebaiknya diatur porsinya untuk karbohidrat sebanyak 35 persen, protein 35 persen dan lemak 30 persen.

Selain itu, para jamaah haji juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera berhubungan dengan petugas kesehatan yang berada di kelompok atau kloter apabila timbul masalah dengan kesehatan.

“Yang paling penting memang minum yang cukup. Tidak boleh ada perasaan haus dan lapar,” sebut Surahman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.