Kompas.com - 15/09/2017, 05:52 WIB
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Jalan menuju berat badan ideal memang tak semulus jalur sutera. Maka tak mengejutkan apabila banyak orang yang mencoba mengambil jalan pintas dengan harapan dapat mempercepat hasil yang diinginkan.

Tetapi, beberapa cara diet populer yang sering dilakukan ternyata tidak semuanya baik bagi kesehatan. Bahkan banyak yang dapat membahayakan tubuh. Berikut ini adalah 7 mitos diet yang sebenarnya salah dan tak perlu lagi Anda percayai.

1. Tidak sarapan bikin berat badan turun

Salah. Berat badan memang akan turun saat Anda sesekali tidak sarapan. Tapi, beberapa kilo yang hilang ini bukan berasal dari timbunan lemak tubuh, melainkan dari otot — yang merupakan metode penurunan berat badan yang tidak ideal.

Kehilangan massa otot adalah faktor yang dapat menyebabkan Anda lebih mudah lelah dan cepat lapar sepanjang hari. Oleh karena itu, melewatkan sarapan dapat membuat Anda cenderung membalasnya dengan makan porsi banyak dan berkalori tinggi saat jam makan siang tiba. Jika dilakukan terus-terusan, cara diet ini justru berisiko menambah beberapa angka di timbangan Anda.

Orang yang terbiasa sarapan justru dilaporkan memiliki kesehatan tubuh secara umum yang lebih baik, serta lebih mampu menjaga berat badannya dibandingkan dengan orang yang tidak sarapan pagi. Sarapan dapat membantu Anda mengendalikan rasa lapar di siang harinya dan mencegah Anda untuk mengemil makanan ringan yang tidak sehat.

Baca: Apa Sarapan Terbaik agar Produktif Bekerja Sepanjang Hari?

2. Pantang makan karbohidrat

Salah. Mengurangi karbohidrat adalah salah satu strategi diet yang banyak dipakai. Cara ini tidak hanya efektif untuk menurunkan berat badan tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan meski Anda sudah memiliki berat badan yang sehat. Tapi, jangan serta merta menghilangkan asupan karbohidrat sama sekali dari menu makan Anda.

Bagaimanapun juga, karbohidrat akan diolah menjadi energi yang dipakai tubuh untuk menjani segala fungsinya untuk membantu Anda beraktivitas tanpa hambatan. Sejatinya, prinsip diet rendah karbohidrat bukanlah menghindari karbohidrat sama sekali, hanya menghindari asupan karbohidrat sederhana terlalu banyak.

Halaman:
Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.