Kompas.com - 11/01/2018, 08:10 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Profesi seniman belum dianggap sebagai pilihan karier yang menjanjikan untuk pegangan hidup. Termasuk saat pemilihan jurusan di perguruan tinggi. Dibanding jurusan lain seperti teknik, ekonomi, atau kedokteran, jurusan seni masih dipandang sebelah mata.

Pelukis muda Indonesia, Naufal Abshar tak membantah stigma mengenai jurusan seni.

"Sebenernya inilah problematik sampai sekarang pemikiran dimana kalau orang masuk seni tuh ngapain. Sesuatu yang aneh," kata Naufal saat ditemui seusai konferensi pers Creativepreneur Corner 2018 di Menara Kibar, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018).

Naufal mengaku orangtuanya sempat kaget saat ia mengutarakan ingin kuliah di jurusan seni. Orangtuanya sempat khawatir dengan masa depan Naufal, meskipun pada akhirnya tetap memberi restu.

Namun, pandangan meremehkan tetap didapat Naufal dari keluarga besarnya. "Yang enggak ngerti sering banget mencibir, kayak 'lo mau jadi apa nanti? Tukang gambar?' Karena konotasinya kayak jelek banget," kata seniman yang juga dikenal karena karya lukisan "HAHA Series"nya itu.

"Padahal kalau di luar (negeri), seniman-seniman Indonesia sangat diapresiasi," ujarnya.

Menurutnya, bidang seni bisa diaplikasikan secara luas, ke banyak produk dan memiliki harga jual sangat tinggi. Misalnya karya lukis yang diaplikasikan menjadi desain produk fashion atau mural yang dilukiskan pada ruang publik.

Naufal meyakini, bidang ini sangat potensial untuk digeluti enterpreneur muda. "Sangat besar sekali (potensinya). Karena banyak sekali brand-brand besar seperti Uniqlo, Adidas, Nike dan lainnya berkolaborasi sama seniman mengeluarkan special edition dan impact-nya justru lebih besar," kata dia.

Untuk 2018, tren juga masih berkisar pada kolaborasi seniman dengan banyak sektor. Selain produk fashion, kolaborasi juga bisa masuk ke industri retail, bahkan pendidikan misalnya untuk mempercantik visual produk pendidikan.

"Aku sekarang sedang proyek kolaborasi. Mau buat cover album salah satu penyanyi di Indonesia," kata dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.