Kompas.com - 22/02/2018, 15:53 WIB

Taiwan adalah negara di Asia pertama yang mengeluarkan larangan membeli dan mengonsumsi daging anjing (-dan juga kucing).

Negara ini meresmikan pelarangan pembantaian anjing dan kucing untuk makanan sejak tahun 1998.

Namun demikian, transaksi di pasar gelap pun terus terjadi di negara itu.

Baru pada bulan April 2017, Taiwan kembali mengeluarkan regulasi yang disertakan dengan hukuman denda yang lebih berat, mencapai lebih dari 8.500 dollar AS atau Rp 116 juta.

Negara ini pun mematok ancaman hukuman hingga dua tahun penjara bagi mereka yang terbukti menyiksa, atau membunuh anjing dan kucing.

Ancaman denda untuk kasus ini pun amat besar, mencapai angka 65.000 dollar AS atau sekitar Rp 880 juta.

Baca juga: Perjalanan Daging Anjing di Medan, dari Pasar hingga Piring Makan (2)

Kendati demikian, secara global praktik menyantap daging anjing masih berada di wilayah "abu-abu".

Bahkan, di negara yang telah menetapkan pelarangan konsumsi daging anjing, praktik tersebut tetap terjadi dan berlangsung tanpa penegakan hukum yang jelas.

"Meski tak selalu legal, negara-negara seperti Indonesia, Vietnam, China, Korsel, Kamboja, Laos dan Filipina membiarkan praktik tersebut -beberapa hanya di saat ada festival."

Demikian dituturkan Jill Robinson, Pendiri dan CEO Animals Asia Foundation seperti dikutip dari laman National Geographic.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.