Kompas.com - 08/03/2018, 17:58 WIB
. lzf/ iStockphoto.

KOMPAS.com - Mungkin kini kita mendapatkan solusi soal bagaimana mengatasi stres yang datang mendera.

Tak perlu lagi mencari-cari cokelat, karena menurut penelitian Universitas Brigham Young, Utah, Amerika Serikat, berlari ternyata bisa meredakan stres.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Neurobiology of Learning and Memory, para peneliti menguji dua kelompok tikus sebagai bahan percobaan.

Kelompok pertama diuji coba dengan berlari menggunakan roda putar selama empat pekan, di mana rata-rata tikus berlari sekitar 4,8 kilometer per hari.

Baca juga: Hati-hati, Stres dengan Pekerjaan Ganggu Hidupmu, Apa Solusinya?

Adapun, akumulasi rata-rata jarak berlari tersebut dianggap bagus untuk tikus.

Kelompok kedua diuji coba dengan lebih banyak diam di kandang. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian sebagian dari masing-masing kelompok tikus ditaruh dalam situasi penuh tekanan, seperti berjalan di area tinggi dan berenang di dalam air dingin.

Setelah itu, peneliti mengukur otak tikus satu jam setelah mereka berada dalam keadaan tertekan.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui long-term potentiation (LTP)--sebuah proses di mana hubungan antara neuron diperkuat dari waktu ke waktu di hippocampus (bagian utama otak).

Proses ini adalah cara mengenali bagaimana ingatan terbentuk dan kembali muncul.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.