Hati-hati, Keseringan Pakai "Gadget" Picu Pertengkaran - Kompas.com

Hati-hati, Keseringan Pakai "Gadget" Picu Pertengkaran

Kompas.com - 11/04/2018, 12:00 WIB
.Getty Images/iStockphoto .

KOMPAS.com - Hadirnya perangkat digital memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan banyak orang, termasuk pasangan kita sendiri.

Sayangnya, penggunaan gadget berlebihan bisa meningkatkan risiko pertengkaran pada pasangan, hingga 60 persen.

Riset itu dilakukan Kaspersky Lab, perusahaan yang membuat produk atau perangkat lunak antivirus.

Hasilnya, 50 persen peserta riset menggunakan perangkat digital selama percakapan makan atau tatap muka.

Sementara, 60 persen pasangan yang tinggal bersama sering berdebat karena terlalu sering menghabiskan waktu untuk gadget.

Bahkan, 49 persen perserta riset yang menjalin asmara tanpa tinggal bersama pasangannya juga mengalami perdebatan karena terlalu sering menggunakan gawai.

Baca juga : Kecanduan Gawai Bikin Anak Tak Mampu Pegang Pensil

Hasil riset ini menunjukkan, orang tidak suka merasa diabaikan dan ingin mendapat perhatian dari pasangannya, terlebih ketika sedang bersama.

"Perangkat digital yang membantu pasangan untuk mengamankan cinta mereka ketika mereka terpisah, juga dapat menyebabkan perdebatan ketika perangkat tersebut digunakan secara tidak bertanggung jawab."

Demikian disebutkan Dmitry Aleshin, Wakil Presiden untuk Pemasaran Produk di Kaspersky Lab.

Seperti dikutip dari laman Indian Express, riset ini juga menemukan, 25 persen pertengkaran disebabkan karena salah satu perangkat dari pasangan yang terinfeksi malware.

Lalu, ada pula 19 persen yang disebabkan karena salah satu pasangan kehilangan banyak uang saat judi online.

Di sisi lain, delapan dari 10 orang mengungkapkan, mereka tetap berhubungan dengan pasangan mereka secara online ketika mereka terpisah satu sama lain.

Bahkan, 53 persen peserta riset mengaku, hubungan mereka telah meningkat sejak berbagi aktivitas online bersama pasangan, seperti berbagi akun dan perangkat.

“Dengan membuat upaya sadar untuk menjaga kehidupan digital mereka -termasuk perangkat, akun, dan aktivitas online, dan untuk tidak mengabaikan pasangan mereka di dunia nyata, orang dapat menikmati banyak manfaat yang dunia digital tawarkan."

"Kondisi itu tak perlu sampai mengganggu hal lain dalam hidup mereka," papar Dmitry Aleshin.

Riset ini dilakukan dengan menggunakan 18.000 responden dari 18 negara di seluruh dunia yang telah menjalin hubungan asmara selama lebih dari enam bulan.


Nah, agar kita tidak mengalami hal serupa, maka rasanya pantas bagi kita untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai.

Bagi yang ingin terhindar atau terlepas dari kecanduan perangkat digital, simak artikel ini, bagaimana cara lepas dari kecanduan gawai?

Komentar
Close Ads X