Kompas.com - 02/05/2018, 21:00 WIB
Ilustrasi sayuran ShutterstockIlustrasi sayuran

KOMPAS.com - Sebuah riset menunjukkan, diet kaya sayuran dan minyak ikan dapat menunda menopause selama tiga tahun.

Sementara itu, berlebihan mengonsumsi karbohidrat olahan seperti pasta dapat mempercepat datangnya menopause.

Riset ini dilakukan oleh peneliti dari University of Leeds dengan mengumpulkan data lebih dari 14.000 wanita Inggris dari The UK Women's Cohort Study.

Hasilnya, seperti dilansir laman the Independent, para peneliti menemukan, wanita pertama kali mengalami menopause pada usia rata-rata 51 tahun.

Setelah menganalisis para wanita dalam riset ini selama empat tahun, peneliti menemukan 914 di antaranya mengalami menopause alami selama waktu ini.

Baca juga: Studi Baru, Terlalu Banyak Makan Nasi Percepat Menopause

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Periset juga mendapatkan bukti bahwa konsumsi makanan tertentu dapat mempengaruhi usia, di mana mereka mulai mengalami gejala menopause.

Sebagai contoh, mereka yang menerapkan diet berat dengan makanan seperti kacang, salmon, dan kacang polong cenderung lebih terlambat mengalami menopause.

Sementara itu, mereka yang mengonsumsi makanan biasa seperti pasta dan nasi mengalami gejala menopause lebih awal 18 bulan.

Riset ini telah dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health.

Ini adalah penelitian pertama kali yang mempelajari hubungan antara menopause dan jenis makanan tertentu.

Baca juga: Menopause Bukan Kiamat untuk Kaum Wanita!

Periset juga menemukan, manfaat mengonsumsi 90 gram minyak ikan setiap hari yang dapat menunda menopause selama 3,3 tahun.

Sementara itu, konsumsi sayuran segar dalam jumlah yang sama dapat menunda menopause hingga satu tahun.

Konsumsi tinggi vitamin B6 dan zink juga memiliki khasiat yang sama.

Riset ini juga mengklaim, rata-rata, wanita yang mempertahankan diet vegetarian mengalami menopause setahun lebih awal dari mereka yang mengonsumsi daging.

Usia wanita mengalami menopause juga menjadi faktor penting bagi kesehatan. Menopause terkait dengan peningkatan risiko jantung.

Sementara, menunda menopause, terkait dengan risiko kanker ovarium yang tinggi.

"Usia saat dimulainya menopause memiliki implikasi kesehatan yang serius bagi sebagian wanita," ucap Janet Cade, salah satu periset.

Baca: Konsumsi Suplemen Teh Hijau Bisa Merusak Liver

Pemahaman yang jelas tentang bagaimana diet mempengaruhi gejala menopause akan sangat bermanfaat bagi mereka yang berisiko, atau memiliki riwayat penyakit tertentu.

Khususnya penyakit yang berhubungan dengan menopause.

Namun, mengingat penelitian ini bersifat observasional, para ahli menekankan agar hasil riset ini juga dapat diimbangi dengan mengurangi konsumsi garam.

“Waktu menopause tergantung pada banyak faktor termasuk jumlah total sel telur yang dimiliki setiap wanita dalam ovarium mereka saat lahir.”

Demikian dikatakan Saffron Whitehead, selaku profesor di St George’s University of London.

Ada banyak protes tentang penelitian ini dan, sebagaimana diakui oleh para peneliti, riset ini hanyalah pengamatan.

"Jadi, kita tidak bisa mengatakan bahwa makan lebih banyak anggur, minyak ikan, dan makanan dengan antioksidan dapat membuat perbedaan," tambah dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.