Kompas.com - 14/05/2018, 13:18 WIB

Viral tidak selalu menjadi indikator yang baik tentang hal-hal yang penting.

Menurut laporan terbaru, kebohongan seringkali menyebar lebih cepat dan lebih jauh dari kebenaran.

Konten viral yang dibagikan berulang kali sering didasarkan pada hal-hal yang tidak akurat.

Alih-alih konten yang dinilai kritis, orang sering berbagi artikel berita (palsu) karena alasan pribadi.

Alasan tersebut bisa karena mereka menyukai pembawa pesan, artikel itu membahas tentang bias politik mereka, judulnya provokatif, atau hanya karena semua orang melakukannya.

Penting untuk diingat bahwa tidak ada satupun motif yang menjamin kebenaran berita.

Oleh karena itu, kita harus membagikan tautan berita secara selektif dan hati-hati.

4. Verifikasi sumber dan konteks

Ciri paling mencolok dari berita palsu adalah ketiadaan sumber.

Berita palsu ini mampu bertahan di tengah masyarakat karena kita terus-menerus dihujani oleh informasi ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.