Cerita Baju Koko, dari "Tui-Khim" hingga Surjan

Kompas.com - 31/05/2018, 07:34 WIB
Baju koko koleksi Preview dengan harga pas Rp 125.000

AMIR SODIKINBaju koko koleksi Preview dengan harga pas Rp 125.000

KOMPAS.com – Menjelang Lebaran, biasanya baju koko menjadi salah satu buruan. Bagaimana cerita asal mula baju koko?

Ada beragam versi.

Peneliti sejarah JJ Rizal, seperti dikutip Harian Kompas, 4 September 2010, mengungkapkan, baju koko berasal dari tui-khim yang merupakan baju sehari-hari pria Tionghoa.

Masyarakat Tionghoa juga memadukan tui-khim dengan celana semata kaki (celana komprang).

Sementara itu, menurut pengamat budaya Tionghoa, David Kwa, di kalangan masyarakat Betawi, tui-khim juga dipakai dan dikenal dengan sebutan baju tikim.

Baca juga: Tren Belanja Online di Ramadhan, Baju Koko Jadi Kata Kunci Terbanyak

Baju koko bisa dibeli dengan harga Rp 70.00
AMIR SODIKIN Baju koko bisa dibeli dengan harga Rp 70.00
Ia menyebutkan, ciri-ciri baju tikim sama seperti baju koko. 

Pada 1911, sejak berdirinya Perhimpunan Tionghoa di Hindia Belanda, baju tui-khim dan celana kompreng mulai ditinggalkan.

Para pria China diperbolehkan menggunakan pakaian Belanda.

Sementara itu, di Jawa ada baju tradisional yang disebut Surjan. Surjan juga dipercaya menjadi cikal-bakal baju koko di Indonesia.

Surjan berasal dari kata "Su" dan "ja", yaitu nglungsur wontern jaja (meluncur melalui dada), sehingga bentuk depan dan belakang memiliki panjang yang sama.

Baju koko memiliki ciri khas yaitu berkerah tegak dengan lengan panjang mirip jas Jawa. Konon, baju ini hasil kreasi Sunan Kalijaga.

Baca juga: Setelah Black Panther, Kini Muncul Baju Koko ala Infinity War

Model Surjan Jawa awalnya berlengan pendek, kemudian Sunan Kalijaga memodifikasinya menjadi ‘baju takwa’ yang berlengan panjang.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X