Manajemen Sampah di Rumah dengan Cegah, Pilah, Olah, Ini Caranya!

Kompas.com - 09/08/2018, 10:03 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Ini mungkin bisa jadi pemacu semangat bagi mereka yang ingin berperan dalam mendorong perubahan, salah satunya dalam hal menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan "ramah".

Hal ini pula yang dilakukan oleh DK Wardhani, akrab disapa Dini, dan mereka yang mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan.

Di media sosial, khususnya Instagram, ada tagar #zerowasteyang berisi unggahan seputar tips dan pola hidup dengan meminimalisasi sampah.

Saat dihubungi Kompas.com, Rabu (8/8/2018), Dini mengatakan, ia menerapkan cegah, pilah, dan olah untuk mengurangi sampah rumah tangga. 

Ketiga cara ini bisa mengurangi volume sampah yang ada di lingkungan kita.

Bagaimana penerapannya?

1. Cegah sampah

Mencegah sampah dengan belajar zero waste adalah salah satu langkah awal yang bisa diterapkan di rumah.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan:

1. Menolak penggunaan wadah plastik atau kresek saat berbelanja. Sebagai alternatifnya, kamu bisa menggunakan tas kain, kardus, atau wadah lain.

Misalnya, saat membeli kentang di supermarket, gunakan wadah plastik dari rumah sebagai tempatnya. Hal ini dapat mengurangi penggunaan kantong plastik.

2. Menggunakan wadah sendiri ketika membeli makanan di luar rumah. Saat membeli makanan berkuah, dapat menggunakan rantang.

3. Membawa botol minum sendiri. Hal ini dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan botol atau gelas minuman yang berbahan dasar plastik.

4. Jangan membeli sesuatu yang tidak perlu. Membedakan dengan jelas sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan.

6. Menolak wadah yang berbahan dasar styrofoam. Styrofoam merupakan salah satu bahan yang tidak dapat didaur ulang dan tidak dapat terurai.

7. Menggunakan wadah yang dapat digunakan berulang kami untuk menyimpan sesuatu, misalnya menyimpan sayuran menggunakan wadah plastik.

8. Memilih jajanan tanpa plastik, misalnya pilih jajanan yang menggunakan daun pisang sebagai bungkusnya.

9. Mengganti penggunaan tisu dengan sapu tangan, hal ini dapat mengurangi jumlah sampah.

2. Pilah sampah

Langkah berikutnya adalah melakukan pemilahan sampah di rumah. Pemilahan sampah yang sudah telanjur ada di rumah dapat dilakukan dengan membagi tempat sampah berdasarkan kategorinya.

Cara ini juga bagian dari upaya mengenalkan jenis sampah kepada anak-anak.

Tempat sampah berdasarkan kategori dibagi menjadi sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya), sampah daur ulang campuran, sampah kertas dan kardus, sampah kompos, dan sampah lain-lain.

Sampah kategori daur ulang campuran, seperti botol plastik dan kresek dapat disumbangkan kepada pemulung atau bank sampah terdekat.

Pemilahan sampah berdasarkan kategori yang dilakukan oleh DK Wardhani.Dok. DK Wardhani Pemilahan sampah berdasarkan kategori yang dilakukan oleh DK Wardhani.

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan setelah tidak ada sampah di rumah, kamu bisa menolak barang yang dapat berpotensi menjadi sampah seperti sedotan, botol plastik sekali pakai masuk ke dalam rumah.

Untuk tempat sampah dalam kategori kertas dan kardus, pastikan sampah kertas dan kardus dalam kondisi kering dan bersih dari sisa makanan.

Sementara, tempat sampah kompos berisi sampah dari daun pembungkus makanan, sisa sayuran dan buah-buahan, termasuk kulit buah dan biji.

Tempat sampah dengan kategori lain-lain berisi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berupa sampah yang tidak diterima oleh bank sampah seperti tissue, label botol plastik, selotip, stiker, dan lain-lain.

Tempat sampah kategori B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) berisi sampah berupa beterai, kabel, obat kadaluarsa, dan bahan-bahan kimia lainnya.

Olah Sampah

Ecobrick.Dok. DK Wardhani Ecobrick.
Mengolah sampah yang sudah dipilah dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya mendaftarkan ke bank sampah terdekat atau memberikan sampah kertas bekas, plastik, logam, kaca, dan lain-lain ke pemulung.

Selain itu, kamu bisa membuat ecobrick untuk aneka plastik yang tidak diterima oleh bank sampah. 

Ecobrick merupakan botol plastik yang dipenuhi dengan padat segala sampah yang tidak terurai.

Komposkan sisa sayur dan kulit buah. Kamu dapat menggunakan alat bantu berupa komposter.

Selain itu, kamu dapat membuat biopori untuk sisa organik hewani seperti duri, tulang, dan lain-lain.

Mengurangi Sampah Makanan

Food recovery merupakan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah dari sisa makanan. Setiap harinya, pasti ada sampah yang berasal dari sisa makanan.

Terkait untuk mengurangi sampah makanan tersebut, Dini memberikan beberapa saran yang dapat diterapkan, antara lain:

1. Mempersiapkan menu makanan yang akan diolah. Hal ini dapat dilakukan dengan merencanakan saat belanja sehingga saat belanja sesuai dengan kebutuhan.

2. Makan secukupnya, tidak perlu berlebihan. Hal yang terpenting adalah menghabiskan makanan yang telah kami ambil.

3. Jika memasak dalam jumlah berlebih, masakan tersebut dapat dikirim ke tetangga atau orang yang membutuhkan.

4. Sebelum membuang sampah makanan ke TPA, sisa makanan dapat digunakan untuk pakan ayam, kucing, atau untuk pakan ikan lele komposkan.

Kompas TV Robbie butuh waktu1 tahun untuk memodifikasi mobil Volkswagen buatan Meksiko tahun 1973.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X