Viral Video Orang yang Suka Makan Sayuran Mentah, Ini Kata Ahli Gizi

Kompas.com - 16/08/2018, 20:29 WIB
Sayuran organik yang dijual oleh para petani di Mulberry Hill by The Lodge, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (23/2/2018).KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH Sayuran organik yang dijual oleh para petani di Mulberry Hill by The Lodge, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (23/2/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah video di Instagram milik Turono Pujakesuma ditonton lebih dari 340 ribu kali dan dibanjiri dengan ratusan komentar.

Turono, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Pesarawan, Lampung berpangkat Aipda, mengunggah video kegemarannya menyantap aneka sayur dalam keadaan mentah. 

Saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/8/2018) siang, Turono mengaku dapat mengonsumsi segala jenis sayuran dalam keadaan mentah, termasuk yang rasanya pahit seperti pare.

Sayuran lainnya seperti daun pepaya, seledri, lobak, buah bit, pete beserta kulit luarnya, jengkol, daun mengkudu, cabai, paprika, daun kencur, wortel, semua ia lahap dalam keadaan segar.

Menu ini selalu dikonsumsi sehari-hari.

“Sebenarnya justru makanan-makanan sayuran gitu yang lebih bagus dan bermanfaat ketika dimakan mentah ya. Jadi nutrisinya terus zat-zat yang berguna untuk kesehatan itu di mentahnya itu,” kata Turono.

Rasa pahit, getir sayuran tak berlaku bagi Turono.

“Karena sudah biasa jadi ya mungkin datar aja ya. Oh pare kayak begini, lobak begini, paprika begini, jadi ya biasa aja sih enggak ada gimana-gimana,” ujar Turono.

Bagaimana menurut ahli?

Ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, Perdana Samekto T.S., Msc, RD, memberikan jawaban soal baik atau tidaknya mengonsumsi sayuran mentah.

Menurut dia, jika dilihat dari kandungan gizi, tidak semua sayuran baik dikonsumsi dalam keadaan mentah.

Beberapa jenis justru baik dimakan setelah mengalami proses pemasakan.

“Contoh sayuran yang sebaiknya mentah adalah yang mengandung vitamin C (brokoli, paprika), senyawa fitokimia anti kanker (bawang merah), dan polifenol (bayam),” kata Perdana, Kamis (16/8/2018) sore.

Halaman:



Close Ads X