Kompas.com - 14/11/2018, 08:44 WIB
Bill dan Elena Rodriguez, setelah mengurani berat badan total mencapai 58,9 kilogram.  DOKUMENTASI PRIBADIBill dan Elena Rodriguez, setelah mengurani berat badan total mencapai 58,9 kilogram.

KOMPAS.com - Pasangan suami-istri asal Minnesota, Amerika Serikat, Bill dan Elena Rodriguez memiliki cerita panjang soal perjalanan mereka menurunkan berat badan hingga mencapai jumlah total 58,9 kilogram.

Elena (48) berjuang keras menurunkan berat badan, hingga hampir 30 tahun sejak kehamilan anak pertamanya.

Masa depresi yang dilewati membuat berat badannya melonjak dari 54,4 kg menjadi 90,71 kg. Berat badan Elena terus naik-turun hingga mencapai puncaknya pada bobot 107,5 kg.

Sementara suaminya, Bill (57), rutin menjalani gaya hidup yang terlalu banyak duduk dan pola makan tidak sehat, terutama makan porsi besar.

Berat badan tertinggi Bill mencapai sekitar 101 kg. Namun, ia menyadari perubahan sistem metabolisme tubuhnya melambat seiring bertambahnya usia.

Berat badan dia terus bertambah.

"Ini adalah hal yang terjadi perlahan yang kita tidak sadari. Namun ketika bercermin, barulah kita akan kaget dengan ukuran kita," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perjalanan penurunan berat badan Bill dimulai dari melihat seorang pekerja di kantornya yang berhasil menurunkan berat badan dalam jumlah besar.

Ia pun menanyakan caranya, sebelum kemudian mendaftarkan diri untuk program penurunan berat badan di Profile by Sanford.

Bill Rodriguez, sebelum dan sesudah mengurangi berat badan. DOKUMENTASI PRIBADI Bill Rodriguez, sebelum dan sesudah mengurangi berat badan.

Sedangkan Elena awalnya justru ragu. Sebab, ia sudah mencoba banyak program penurunan berat badan dan tidak berhasil.

Ia juga meyakini, menurunkan berat badan di usianya yang sudah mencapai 48 tahun adalah hal yang mustahil.

"Aku berpikir ini tidak akan berhasil," kata Elena.

Pada April 2017 pasangan ini mencoba progran penurunan berat badan seharga 150 dollar AS, atau sekitar Rp 2,2 juta untuk setahun.

Bagi Elena, harga yang harus dibayar memotivasinya untuk patuh pada program yang disusun. Ia pun menjalankannya dengan rajin, tanpa curi-curi waktu untuk cheating.

Elena sempat berpikir akan meminta uangnya kembali jika usahanya kembali sia-sia.

Baca juga: Jalani Diet, Bobot Silvia Kini Berangsur Turun Menjadi 170,5 Kg

Atur pola makan

Bill dan Elena mengganti pola makannya pada 3-4 bulan awal menjalani program diet.

Mereka mengganti makanan yang sebelumnya mereka konsumsi. Biasanya merkea menyantap makanan berlemak, digoreng, cepat saji. 

Elena Rodriguez, sebelum dan sesudah penurunan berat badan.DOKUMENTASI PRIBADI Elena Rodriguez, sebelum dan sesudah penurunan berat badan.

Dalam program diet mereka mengantinya dengan minuman kocok (shake), sup, cemilan batangan sehat, makanan-makanan mentah, sayur rebus, dan banyak air putih.

Pada awalnya, mereka diberi panduan daftar belanja makanan. Namun belakangan, pola makan mereka berubah menjadi vegan.

Baca juga: Manakah yang Paling Sehat: Diet Keto, Mediterania, atau Vegan?

"Kami terus mencari tahu makanan apa yang membuat berat badan kami naik. Bahkan makanan yang sehat pun terkadang bisa memicu kenaikan berat badan," kata Bill.

Bagi Elena, yang berbeda untuk diet kali ini adalah kuntabilitas.

Pertama, mereka berkomitmen untuk menurunkan berat badan sebagai pasangan.

Selain memotivasi, karena dilakukan bersama-sama, Elena merasa ada semangat kompetitif dalam program kali ini.

"Aku rasa apa yang membuat hal ini bisa berjalan adalah kami melakukannya bersama-sama, itu adalah kunci," kata Elena.

Kedua, program yang mereka jalani termasuk pengukuran berat badan, lemak tubuh, hidrasi, massa otot, dan massa tulang.

Baca juga: Agar Tulang Tak Keropos, Orang Tua Harus Rajin Minum Susu

Ketiga, program itu juga menyertakan pelatihan, sehingga mereka terhubung dengan member lain lewat komunikasi Skype atau telepon.

Ketika merasa lapar atau ingin makan sesuatu, mereka merasa ada dukungan dari rekan-rekannya untuk tidak mengikuti nafsunya, dan mengalihkan ke makanan lainnya.

Elena bekerja dengan beberapa pelatih, namun ada satu pelatih yang menurutnya sangat cocok dengannya, yaitu Ashleigh Ackley.

Ackley, kata dia, selalu memberinya solusi dan tak akan membiarkan program penurunan berat badan yang dijalankannya gagal.

"Dia mengarahkanku agar patuh pada hal-hal yang bisa membantuku menurunkan berat badan. Dia terus menyemangatiku," kata dia.

Hampir semua sesi pelatihan diawali dengan evaluasi pekan sebelumnya, dan menganalisa mana tahap yang berjalan dengan baik dan mana yang menantang.

Mereka lalu mencari titik-titik tantangan. Misalnya, rencana bepergian atau gelaran olahraga.

Ackley membantu Elena menyusun perencanaan. Mulai dari memilih makanan yang lebih sehat dengan apa saja yang tersedia di rumah, atau mengontrol porsi makan mereka namun tanpa terlihat menyabotase kehidupan kliennya.

Perubahan positif

Berat badan Bill kini mencapai sekitar 81,6 kg, dan Elena 68 kg.

Tak hanya bobot yang berkurang, penurunan berat badan turut menunjang kesehatan mereka.

Dulu, mereka berjuang memerangi tekanan darah tinggi. Namun sekarang mereka tak lagi butuh obat untuk mengontrolnya.

Elena juga melihat perubahan pada penyakit vitiligonya (penyakit yang disebabkan karena hilangnya pigmen).

Ia berharap, diet yang dilakukan juga bisa membuat dia dan suami jauh dari risiko diabetes.

Penurunan berat badan mereka juga berimbas positif pada finansial.

Misalnya, mereka mendapatkan diskon dari asuransi kesehatan jika mencapai kriteria tertentu untuk indeks massa tubuh, tekanan darah, dan tanda lainnya.

Baca juga: Senang Diskon, Banyak Wanita Miliki Kartu Membership Ritel

"Tidak hanya lebih sehat, kami juga masuk kualifikasi untuk dapat diskon itu," kata Bill.

Dari sisi kebugaran, keduanya dulu hanya ikut gelaran jalan sehat 5K. Tahun ini, mereka lari bersama, bahkan Bill mulai melatih ototnya secara rutin.

"Ketika membangun otot, kita akan cenderung membakar lemak lebih efisien," kata Bill.

Di samping olahraga, mereka juga rutin melakukan aktivitas fisik seperti bermain dengan cucu dan bersepeda bersama mereka.

"Aku merasa lebih baik sekarang. Termasuk pada kehidupan seks kami," kata Elena.

Pola diet Bill dan Elena

Kamu mungkin penasaran dengan pola hidup yang dijalankan Bill dan Elena ketika diet.

Berikut contoh pola diet mereka:

1. Sarapan: nektarin dan apel ditambah protein shake atau oatmeal dengan stevia dan pisang.

2. Makan siang: salad, pasta, sayur-sayuran rebus atau tumis dengan quinoa, edamame, almond atau kacang-kacangan untuk proteinnya.

3. Makan malam: sup kacang dengn alpukat atau pizza vegan.

4. Camilan: yogurt tanpa susu dengan potongan buah dan sayuran, serta popcorn buatan sendiri.

"70 persen dari apa yang kami makan adalah sayuran."

"Setiap pagi kami merencanakan makanan yang akan kami makan dalam sehari dan menyiapkan potongan-potongan sayur untuk dimasak."

"Kadang bisa sampai 10 jenis sayuran berbeda," ujar Bill.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber NBCNews
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.