Hobi Ngemil Bisa Menurunkan Kekebalan Tubuh

Kompas.com - 19/12/2018, 09:11 WIB
Ilustrasi ngemil gpointstudioIlustrasi ngemil

 

KOMPAS.com - Di sela waktu makan tiga kali sehari kita biasanya akan mengisi perut dengan makanan kecil atau camilan.  Kebiasaan ngemil sebenarnya bisa menyehatkan, tergantung jenis asupannya.

Pola makan tiga kali sehari menurut sejarah mulai muncul pada abad ke 18.  Tetapi manusia modern kini makan lebih sering daripada sebelumnya - dan seringkali melebihi waktu makan.

Manusia saat ini memiliki pola makan yang tidak menentu. Kebanyakan orang bahkan lebih suka ngemil dari pada makan tiga kali pada waktu "yang umum".

Tubuh kita memiliki dua jenis metabolisme: puasa (tanpa makanan) dan pasca-makan.

Kondisi tubuh pasca makan merupakan fase penyerapan yang merupakan waktu aktif secara metabolik untuk tubuh. Pada periode ini juga aktifinya sistem kekebalan tubuh.

Peradangan akibat makan

Ketika kita makan, kita tidak hanya menyerap nutrisi. Tapi, kita juga memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan respon peradangan (inflamasi) transien.

Peradangan adalah respon normal tubuh terhadap infeksi dan cedera, yang memberikan perlindungan terhadap stressor.

Ini berarti setiap kali kita makan, apa yang kita konsumsi memberikan tingkat tekanan fisiologis pada sistem imun.

Bagi mereka yang ngemil sepanjang waktu, tubuh kemungkinan besar akan mengalami peradangan konstan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X