Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 15/01/2019, 07:16 WIB

Sebaliknya, tidak punya standar kriteria pasangan sama sekali dan cenderung pasrah justru merupakan tindakan keliru. Misalnya, dengan menanamkan pada diri bahwa diri kita hanya membutuhkan jodoh yang apa adanya.

“Mencari pasangan kan seumur hidup. Kalau kita ingin menjalani hubungan serius, kita pasti cari yang terbaik yang kita tahu,” ucap Lex.

Ia mengibaratkan dengan rencana naik gunung yang memiliki risiko besar, tentu kita harus membuat persiapan matang.

"Saat membeli peralatan kita pasti beli peralatan yang terbaik. Kita enggak bisa beli barang yang apa adanya kalau kita tahu perjalanan kita akan panjang dan berbahaya," ujarnya.

Gaji realistis

Bicara tentang gaji yang diinginkan, sebenarnya hal itu bebas saja tergantung pada gaya hidup masing-masing.

Lex mencontohkan, Selphie mungkin saja memiliki ekspektasi hidup tertentu, sehingga target hidupnya akan menentukan standar penghasilan dari pasangan hidupnya. Misalnya, ia ingin anaknya kelak bisa disekolahkan di sekolah dengan level tertentu atau ingin sering bepergian ke luar negeri.

“Jadi apakah realistis, mesti tanya dulu targetnya seperti apa. Kalau menurut dia enggak apa-apa sekolahnya bisa negeri, enggak perlu punya mobil, rumah tipe kecil enggak apa. Kalau bayangan dia seperti itu, lalu mengharapkan kategori suami seperti tadi dengan gaji Rp 30 juta, itu kan kayak kejauhan,” tutur Lex.

Baca juga: Bahaya Tak Membahas Soal Seks dengan Pasangan Sebelum Menikah

Kriteria

Mencari orang yang tepat untuk dijadikan pasangan hidup bukanlah perkara mudah. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan.

1. Kebutuhan spesifik diri kita. Sebab, setiap orang memiliki kebutuhannya masing-masing dan belum tentu sama seperti orang lain. Sehingga, diharapkan pasangan hidupnya kelak bisa melengkapi dirinya.

2.  Orang terbaik. Mencari pasangan hidup, kata Lex, tidak bisa menggunakan istilah “apa adanya”. Pernikahan yang “apa adanya” itu justru berpotensi tidak cocok lebih besar.

“Tentu tidak ada yang mau gagal, kan? Beli sepatu saja yang setiap tahun ganti, kita cek dulu pada penjaga toko. Apalagi memilih pasangan yang seumur hidup, masa enggak rewel,” ujar Lex.

Baca juga: Penyebab Sulit Move-On dari Mantan Pacar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke