Kompas.com - 15/03/2019, 12:52 WIB

KOMPAS.com - Sudah bukan menjadi rahasia dan tak bisa dibantah bahwa tugas menjadi seorang ibu amat melelahkan.

Tak selesao setelah melahirkan, seorang ibu masih harus dibebani dengan sederet tugas merawat si buah hati, salah satunya menyusui.

Alhasil, keluhan kurang tidur, proses pemulihan yang terhambat, hingga kasus depresi merupakan kondisi yang mungkin terjadi pada seorang ibu.

Nah, menjawab keluhan itu, sebuah perusahaan teknologi dari Jepang, Dentsu, menciptakan alat yang memungkinkan seorang ayah ikut menyusui bayinya.

Baca juga: Serena William Merasa Bersalah karena Berhenti Menyusui Bayinya

Alat buatan Dentsu ini dipamerkan dalam festival South by Southwest (SXSW) di Austin, Texas, Amerika Serikat

Berdasarkan penjelasan pihak Dentsu yang dikutip dari laman USA Today, alat bantu untuk ayah ini memiliki bentuk seperti payudara ibu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Tina (@t_rat_max) on Mar 11, 2019 at 12:07pm PDT

Di dalamnya dilengkapi dengan kantung penampung susu -bisa ASI atau pun susu formula, lengkap dengan putingnya.

Tak hanya untuk memberi susu, alat ini pun dilengkapi dengan teknologi yang bisa memantau waktu tidur dan menyusui dari si bayi

Baca juga: ASI Tidak Keluar, Ibu Menyusui Butuh Dukungan, Bukan Tekanan

Orangtua bisa memantaunya dari aplikasi yang tertanam di dalam telepon pintar.

Perusahaan teknologi ini mengaku menciptakan alat tersebut untuk membantu meringankan stres orangtua, akibat kebiasaan tidur atau menyusui si bayi. 

Dengan alat ini diharapkan, ayah pun bisa berpartisipasi, sehingga si ibu bisa mendapatkan waktu yang cukup untuk beristirahat.

Disebutkan, fokus alat ini untuk membantu bayi menyusui, dengan mengurangi beban pada ibu, meningkatkan jumlah waktu tidur bayi, dan membuat ayah bisa ikut membantu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber USA Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.