Kompas.com - 29/03/2019, 07:40 WIB
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang ingin menurunkan berat badannya yang berlebih. Namun, keinginan mereka kadang tak sejalan dengan praktiknya.

Banyak yang salah menetapkan strategi sehingga target berat badan tidak tercapai. Misalnya, ada yang diet mati-matian namun lupa menyeimbangkannya dengan olahraga.

Ada pula yang olahraga keras, namun tak memerhatikan asupan nutrisi.

Padahal, Ketua Umum Asosiasi Nutritionis Olahraga dan Kebugaran Indonesia (ANOKI), Mury Kuswari, S.Pd, M.Si menjelaskan, olahraga saja hanya akan memberikan dampak terhadap tubuh sebanyak 60 persen.

Sementara menjaga pola makan berdampak 70-75 persen.

"Bila keduanya ini dijalankan baru bisa mencapai (efektivitas) 95 persen," ketika ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2019).

Secara sederhana, kita hanya perlu menerapkan defisit kalori. Defisit kalori bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu meningkatkan energi lewat olahraga dan mengurangi asupan makanan.

Meningkatkan energi dengan membakar kalori lewat olahraga tak mesti dengan olahraga berat.

Mury sendiri rutin jalan kaki 6.000 langkah.

"Orang Indonesia kan rata-rata jalan 2.000an langkah. Jauh banget, kan?" kata dia.

Baca juga: Rajin Hitung Kalori, Wanita Ini Turunkan Berat Badan Puluhan Kilogram

Lalu untuk membuat defisit kalori lewat makanan, kita harus mengurangi kalori dari apa yang kita makan. Misalnya mengurangi sepertiga porsi makan. Namun, hal ini dianggap sulit bagi sebagian orang dan justru bisa berakhir dengan ngemil berlebih.

Jika kamu mengalami kesulitan tersebut, kita bisa mulai dengan hal sederhana, yaitu menjalankan intermittent fasting.

"Puasa-tidak-puasa-tidak. Kalau saya, karena saya muslim ya saya Puasa Daud aja. Tapi ngitungnya bukan harian, tapi seminggu saya kurangi 50 persen. Kalau puasa Senin-Kamis saya kurangi sepertiganya. Sisanya exercise," tuturnya.

Baca juga: Mengenal Diet CICO, yang Penting Kalori Masuk dan Keluar Sama

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.