Waspadai, Baju Renang Berpotensi Cemari Lautan

Kompas.com - 23/04/2019, 14:50 WIB
Ilustrasi berenang di laut shutterstockIlustrasi berenang di laut

"Ada begitu banyak limbah di lingkungan kita sehingga kita harus menemukan cara untuk memanfaatkan apa yang sudah kita miliki daripada terus mengurangi sumber daya alam demi membuat serat sintetis baru," ucap Vocking.

Baca juga: Fast Fashion, Tren Mode yang Lestarikan Sifat Konsumtif?

Pada bulan Maret, merek "Reformation" asal AS juga meluncurkan garis pakaian renang ramah lingkungan yang dibuat dari 78 persen Econyl, menghemat hingga 20,0lbs karbon dioksida, 31,0 galon air dan 3,5lb limbah dalam setiap produk.

Merek ini juga telah melangkah lebih jauh untuk membuat pakaian renang lebih berkelanjutan dengan menyuplai tas cuci Guppyfriend.

Meskipun pakaian renang daur ulang membantu memberantas kerusakan lingkungan dan menciptakan sistem sirkulasi yang lebih sukses, serat mikro masih menjadi masalah.

Menurut pihak label "Reformation", pencucian apa pun yang terbuat dari sintetis, bahkan barang-barang daur ulang, masih bisa menyalutkan serat mikro ke lautan.

Namun, produk tas cuci dapat menjadi alat untuk menangkap serat mikro saat pakaian renang berada di mesin cuci.

Tas cuci dapat bertindak sebagai filter, bahkan untuk serat mikro paling kecil. Ini membantu kita untuk melepas dan membuang partikel plastik dengan aman setelah siklus usai.

"Kami masih belajar lebih banyak tentang serat mikro yang merupakan masalah untuk serat alami dan sintetis, tetapi ini juga layak dipertimbangkan untuk mencuci pakaian renang," kata Vocking.

Dengan kata lain, pakaian renang yang berkelanjutan berarti meminimalisir sampah plastik di laut.

Dengan begitu, produsen pakaian renang diharapkan lebih mempertimbangkan hal ini tanpa mengesampingkan fungsi estetika gaya.

 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X