"Resale" Sneakers Jadi Ekosistem Baru Industri Gaya Hidup

Kompas.com - 24/05/2019, 15:16 WIB
Pengunjung berburu sneakers di USS Yard Sale, Senayan City, JakartaKOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Pengunjung berburu sneakers di USS Yard Sale, Senayan City, Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Sneakers kini tak sekadar koleksi, namun menjelma menjadi cara mendapatkan 'cuan' dengan cepat.

Sneakers juga bisa menjadi investasi, karena beberapa sneakers punya harga resale tinggi.

Tak ayal setiap acara sneakers, terutama yang menawarkan diskon besar-besaran, selalu jadi buruan.

USS Yard Sale, misalnya, merupakan salah satu acara sneakers Indonesia dengan konsep serupa. Digelar pada 24-25 Mei 2019 di Senayan City, Jakarta, acara ini menarik bagi para pencari untung. Mereka rela datang sejak pagi demi mendapatkan previledge.

Brian Sadikin (16), misalnya, sengaja datang sejak pukul 7 pagi untuk mencari salah satu sneakers yang akan dijual kembali.

"Rencana mau cari Nike Vapormax Off-White black, karena di sini harganya murah," kata Brian kepada Kompas.com, Jakarta.

Harga yang dijual di acara USS Yard Sale, kata Brian, kisaran angka Rp 4-5 juta. Sementara harga resale disebut bisa mencapai angka Rp 9 juta.

Ini bukan kali pertama Brian berburu sneakers untuk dijual kembali. Pengalaman pertama Brian adalah saat menjual Yeezy Boost 350 V2 Frozen Yellow. Keuntungan yang didapat dari resale sneakers tersebut sekitar Rp 900.000-an.

"Hitung-hitung belajar cari uang," kata pelajar kelas 10 SMA tersebut.

Selain Brian, Darren Loa (15) juga datang untuk resale sneakers. Namun ia mengaku belum tahu sneakers apa yang diincar.

"Pastinya cari yang murah buat dijual lagi sih," kata Darren.

Sementara itu, Jaruel Armadeus (18), mengaku datang ke USS Yard Sale untuk berjualan. Ia tidak membuka booth reguler, melainkan menempati area trade pit yang khusus disediakan.

Pria yang akrab disapa Jerry tersebut menjual beberapa barang pribadi, plus koleksi yang sebelumnya dibeli untuk dijual lagi.

Ia sudah menggeluti bisnis resale sejak tiga tahun lalu, dan memiliki profit hingga puluhan juta.

Menurutnya, untuk masuk bisnis resale, perlu belajar, terutama soal barang dan harga.  Sebab, hal tersebut menentukan harga jual kembali barang yang dibeli.

Chief Marketing Officer USS Networks Jeffry Jouw mengungkapkan resale sneakers dan barang-barang sejenis merupakan ekosistem baru. Hal tersebut pun tak bisa lagi dihindari karena tren, serta permintaan yang tinggi.

"Apalagi jika ada kesempatan orang dapat harga murah, dan bisa dijual lagi dengan harga tinggi," katanya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X