Tidur dengan Cahaya Menyala Meningkatkan Berat Badan Perempuan?

Kompas.com - 12/06/2019, 08:38 WIB
Ilustrasi tidur.Shutterstock Ilustrasi tidur.

KOMPAS.com - Tidur dalam keadaan gelap ternyata memiliki manfaat lebih dibanding dengan cahaya terang. 

Seperti dilansir laman New York Post, menurut sebuah studi yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine, tidur di tengah cahaya buatan seperti televisi, laptop, smartphone dan bahkan lampu dapat meningkatkan kemungkinan obesitas pada perempuan.

Penelitian yang dilakukan oleh tim di National Institutes of Health adalah yang pertama menemukan hubungan antara paparan cahaya buatan dan kenaikan berat badan pada perempuan.

Survei tersebut dilakukan terhadap 43.722 perempuan berusia 35-74 dengan ciri-ciri tidak memiliki riwayat kanker atau penyakit kardiovaskular, bukan pekerja shift, tidur siang hari atau hamil pada awal penelitian.

Para ilmuwan bertanya tentang seberapa banyak cahaya di dalam dan luar ruangan peserta tidur.

Para peneliti menemukan, wanita yang tidur dengan lampu kamar atau televisi memiliki 17 persen lebih mungkin untuk mendapatkan sekitar 4,9 kg atau lebih selama periode tindak lanjut penelitian.

Adapun peserta yang tidur dengan lampu malam kecil atau redup tidak tekait dengan peningkatan berat badan.

"Manusia secara genetik beradaptasi dengan lingkungan alami yang terdiri dari sinar matahari di siang hari dan kegelapan di malam hari," kata rekan penulis Chandra Jackson.

"Paparan cahaya buatan di malam hari dapat mengubah hormon dan proses biologis lainnya dengan cara meningkatkan risiko kondisi kesehatan seperti obesitas."

Bagi mereka yang peduli dengan temuan ini, Jackson mengatakan, solusinya sederhana: matikan lampudan perangkatsebelum tidur.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X