5 Tips Jajal Sepeda "Downhill" bagi Pemula

Kompas.com - 24/06/2019, 13:00 WIB
Khoiful Mukhib saat mengikuti 76 Indonesian Downhill (76 IDH) DOK 76 RiderKhoiful Mukhib saat mengikuti 76 Indonesian Downhill (76 IDH)

JAKARTA, KOMPAS.com -  Downhill merupakan salah satu jenis olahraga sepeda gunung yang menantang.

Hal ini lantaran karakteristik medan  downhill yang tak sembarangan, dan juga memerlukan keahlian mumpuni bagi penikmatnya.

Bayangkan, kalian harus menuruni gunung atau perbukitan dengan kecepatan tinggi yang pastinya juga perlu berkonsentrasi penuh.

Baca juga: Lari Vs Sepeda, Mana yang Lebih Baik?

Jika tertarik, berikut tips dan trik memulai gowes sepeda donwhill dari atlet Bima Fikri Aldira.

1. Ukuran sepeda

Menurut Adi, setiap sepeda donwhill memiliki ukuran yang menyesuaikan tinggi badan. Ukuran tersebut adalah small, medium, dan large

"Di sana, kita bisa lihat, tinggi kita di size apa."

"Karena kita enggak bisa pakai sepeda di size medium kalau kita memiliki badan pendek," ujar Bima di acara Polygon, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

"Size small maksium tinggi 170 cm, medium dengan tinggi 170-180 cm, adapun large di atas 180 cm."

2. Rem 

Salah satu komponen penting dalam sepeda downhill adalah pengereman. Oleh karena itu, penting bagi pemula untuk memilih yang tepat.

Adi mengakui banyak brand untuk pengereman, namun dia menganjurkan untuk memilih Shimano karena lebih bisa menyesuaikan dengan pemula.

3. Belajar skill

Hal lain yang harus diperhatikan untuk bermain sepeda downhill adalah skill.  Pemula harus memelajari skill jumping hingga berm.

"Skill pemula untuk pertama kali fokus pada berm, karena lihat jumping agak mudah," katanya.

"Untuk memulai latih berm, minimal pelajari teknik-teknik dasar, satu di antaranya adalah berani menidurkan badan, persis seperti MotoGP yang memang ada momen menidurkan badan saat belokan."

Baca juga: Transformasi Tunggangan Ridwan Kamil dari Sepeda Jadi Moge...

4. Trek mudah

Untuk pemula, bisa mulai trek seperti di Jogja, Bambu Land Bike Park; atau di Bandung, Cikole Bike Park. Tempat trek tersebut aman untuk pemula latihan. 

"Trek di sana tidak terlalu curam, plus banyak permainan, mulai dari belokan dan jumping," katanya.

5. Jaga kebugaran

Pemula juga harus jaga kebugaran. Di downhillmenurut Bima, setiap atlet diminta untuk bangun upper body dan perut.

Untuk perut, misalnya, penting peranan di downhill, seperti ketika turunan atau belokan harus benar-benar konsentrasi, maka otot perut berpengaruh. 

"Seperti pemain bola lari kencang, tiba-tiba musuh di depan berhenti, otomatis perut pun harus nahan."

"Hal ini sama seperti downhill, ketika tengah turun, kemudian ada obstacle, maka perut pun harus nahan," kata dia.

Latihannya bisa berupa sit up, pull up, hingga core. 

Baca juga: Tips Memulai Hobi Sepeda Bagi Perempuan

Sementara untuk dada, saat turunan curam dan bebatuan, tangan dan dada pun harus menahan juga.

Kemudian melatih kaki juga penting. Pemula, kata Bima, bisa latihan agility dan squad. Hal tersebut untuk melatih otot-otot kaki kuat.

"Kalau di downhill, bagi para pemula dianjurkan latihan seminggu sekali, plus menyesuaikan dengan sepeda," kata dia.

"Saya sendiri latihan downhill di hari Sabtu dan Minggu. Sementara Senin-Jumat latihan nanjak, nge-gym atau senam."

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X