Kompas.com - 30/07/2019, 17:58 WIB
Penyanyi Monita Tahalea pada konferensi pers MAJI Fashion oleh LOreal Professionel di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019). KOMPAS.com/Nabilla TashandraPenyanyi Monita Tahalea pada konferensi pers MAJI Fashion oleh LOreal Professionel di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi penyanyi Monita Tahalea, rambut adalah aksesori penampilannya. Menjaga rambut tetap panjang dan merawatnya dengan baik adalah hal-hal yang dilakukannya untuk menjaga aksesori penampilannya itu tetap terlihat indah.

Saking cintanya Monita dengan rambut panjangnya, ia merasa tidak berani untuk memotong pendek rambutnya.

“Senang aja, rambut jadi aksesori aku, membuatku tetap percaya diri, kayak ini milik aku,” kata Monita seusai menghadiri peluncuran Maji Fashion oleh L’Oreal Proffessionel di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Meski menganggap rambut sebagai aksesori penampilannya, Monita mengaku tak pernah bereksplorasi terlalu aneh atau memakaikan aksesori yang terlalu ramai di rambutnya.

Namun, setidaknya dalam tiga tahun terakhir, kontestan Indonesian Idol 2005 itu kerap begonta-ganti warna cat rambut.

Dalam satu tahun, sedikitnya ia bisa dua kali berganti warna. Warna rambut paling ‘ekstrim’ yang pernah dicobanya adalah smoky jade, campuran warna rambut ashy dan olive.

Baca juga: Tren Warna Rambut 2019, Cokelat Kembali Jadi Favorit

 

Dalam bereksplorasi dengan warna rambut, Monita menjaga warna-warna yang dipilihnya tetap sesuai dengan kepribadian dan warna musiknya, yang biasanya dibawakan secara akustik dan jazzy.

“Warna rambut yang sekarang ini cukup gila karena agak sedikit hijau, tapi sesuai sama skin tone dan kepribadian, jadi aku sangat suka,” ujar perempuan kelahiran 21 Juli 1987 itu.

Karena menganggap rambut sebagai salah satu hal paling favorit dalam dirinya, Monita berupaya merawatnya dengan baik. Misalnya, memilih sampo yang cocok dengan kondisi rambutnya serta menghindari teknik pelurusan atau pengeritingan rambut permanen yang berpotensi merusak rambut.

“Aku enggak pernah rebonding dan keriting permanen. Kita juga harus lihat kapasitas rambut kita, jangan sampai dianeh-anehin banget, harus disayang juga,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.