Waspadai Penyakit dan Kondisi Berikut Sebelum Ikut Lomba Lari

Kompas.com - 28/08/2019, 08:49 WIB
Ilustrasi lari jarak jauh Pavel1964Ilustrasi lari jarak jauh
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Olahraga lari saat ini semakin diminati. Penyelenggaraan lomba lari pun menjadi semakin sering daripada tahun-tahun sebelumnya.

Namun, ketertarikan orang terhadap olahraga lari ternyata belum diimbangi dengan edukasi yang cukup.

Tak sedikit orang yang memaksakan diri ikut pada perlombaan akhirnya mengalami masalah kesehatan. Mulai dari cedera, kelelahan, hingga kematian.

Untuk itu, penting bagi kita untuk memastikan diri kita berada pada kondisi kesehatan terbaik.

Ketua pelaksana ajang lari keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), KedokteRAN 2019, dr. Jack Pradono Handojo, MHA menyebutkan beberapa penyakit dan kondisi yang sebaiknya diwaspadai sebelum mengikuti lomba lari.

Apa saja penyakit yang dimaksud?

1. Hipertensi

Calon peserta lomba lari harus memiliki "modal" sebelum menjalaninya. Misalnya, terbiasa berlatih lari jarak jauh dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan sebelum mengikuti lomba lari.

Di samping itu, mereka yang berusia di atas 40 tahun dianjurkan untuk memeriksakan diri terlebih dahulu, terutama jika memiliki riwayat hipertensi.

"Hipertensi akan membebani jantung. Bukan tidak boleh lari, tapi dilihat apakah dia terkontrol," kata Jack di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X