Tradisi Unik Sambut Tahun Baru di Dunia

Kompas.com - 28/12/2019, 15:00 WIB
Suasana pesta kembang api saat malam tahun baru di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (1/1/2019). Sejumlah warga ibukota dan sekitarnya memadati kawasan itu untuk merayakan malam pergantian tahun Suasana pesta kembang api saat malam tahun baru di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (1/1/2019). Sejumlah warga ibukota dan sekitarnya memadati kawasan itu untuk merayakan malam pergantian tahun

KOMPAS.com - Pesta dan kembang api adalah cara populer merayakan Tahun Baru di seluruh dunia. Tetapi, bertahun-tahun yang lalu di Seville, Spanyol, penduduknya menghitung mundur pergantian tahun menggunakan anggur tunggal untuk membawa keberuntungan.

Masing-masing negara memiliki tradisi perayaannya sendiri. Pada pergantian dekade, ada beberapa tradisi malam Tahun Baru yang paling menarik:

Denmark
Orang-orang di Denmark melempar piring dan gelas lama ke pintu rumah kerabat dan teman untuk mengusir roh jahat. Mereka juga melompat dari kursi secara bersamaan di tengah malam yang menandakan mereka siap untuk “melompat” ke bulan Januari dengan mengharapkan keberuntungan.

Finlandia
Di Finlandia, orang akan membuang timah yang telah dicairkan ke dalam wadah yang berisi air, lalu mereka akan mengartikan bentuknya. Jika berbentuk hati atau cincin berarti pernikahan, sebuah kapal berarti perjalanan, dan babi berarti ada banyak makanan.

Baca juga: Serba-serbi Tahun Baru, dari Dispensasi STNK hingga Larangan Pesta Kembang Api

Skotlandia
Selama perayaan Hogmanay di Skotlandia, orang pertama yang melewati ambang batas rumah di Tahun Baru harus membawa hadiah untuk keberuntungan. Masyarakat Skotlandia juga mengadakan upacara api unggun dan orang akan berparade sambil mengayunkan bola api raksasa di tiang, sebagai simbol matahari, untuk memurnikan tahun yang akan datang.

Filipina
Di Filipina, semua berhubungan dengan bentuk bulat. Koin melambangkan kemakmuran, banyak yang memakan 12 buah berbentuk bundar (biasanya anggur) di tengah malam, dan memakai pakaian bermotif bintik-bintik untuk mendapat keberuntungan.

Amerika Latin
Di Brasil, Bolivia, dan Venezuela, masyarakat akan dianggap beruntung jika mengenakan pakaian dalam berwarna khusus pada malam Tahun Baru. Merah berarti membawa cinta dan kuning berarti membawa keberuntungan berupa uang.

Di Kolombia, beberapa membawa koper kosong dengan harapan bisa bepergian. Di Chili, beberapa memegang uang atau menempatkan uang koin di depan pintu mereka.

Baca juga: 10 Rekomendasi Restoran Barbeque All You Can Eat untuk Tahun Baru 2020

Di Ekuador, pria akan mengenakan wig, make-up tebal, dan rok mini saat berpesta merayakan pergantian tahun.

Di Argentina, perayaan tahun baru terjadi ketika musim panas, seperti di banyak negara Amerika Selatan, jadi banyak keluarga yang pergi ke pantai.

Yunani
Di Yunani, orang-orang akan menggantung bawang di depan pintu rumah. Hal tersebut melambangkan kelahiran kembali. Pada hari pertama di Tahun Baru, orangtua akan membangunkan anak-anaknya dengan cara mengetuk kepala mereka dengan bawang.

Jepang
Di Jepang, Malam Tahun Baru digunakan untuk mempersiapkan dan menyambut Toshigami, dewa Tahun Baru. Kuil-kuil Buddha akan membunyikan lonceng sebanyak 108 kali pada tengah malam. Banyaknya bunyi lonceng tersebut mewakili unsur-unsur mental yang membuat orang bertindak buruk. (Devi Ari Rahmadhani)

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Forbes
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X