Kompas.com - 07/01/2020, 12:18 WIB
Ilustrasi pelecehan shutterstockIlustrasi pelecehan
|
Editor Wisnubrata

Perlu diketahui, pria yang mengalami pelecehan atau kekerasan seksual sebagai anak remaja mungkin merespon secara berbeda dari pria dewasa yang juga mengalaminya. Berikut adalah respon umum dari remaja pria dan pria dewasa yang pernah menjadi korban:

  • Kecemasan, depresi, PTSD, teringat kembali (flashback), dan gangguan makan
  • Menghindari orang atau tempat yang mengingatkan mereka tentang serangan atau pelecehan seksual
  • Mereka mencemaskan orientasi seksual mereka
  • Takut hal terburuk akan terjadi, serta mempunyai perasaan tentang masa depan yang singkat
  • Tidak lagi memiliki kendali atas tubuh mereka
  • Cemas, tidak bisa rileks dan susah tidur
  • Rasa bersalah atau malu karena tak mampu menghentikan pelecehan seksual, terutama bagi mereka yang mengalami ejakulasi
  • Mengisolasi diri dari hubungan asmara dan pertemanan
  • Takut mengungkapkan karena kekhawatiran dihakimi atau ketidakpercayaan

Kekerasan seksual sama sekali tidak ada kaitannya dengan orientasi seksual pelaku maupun korban. Dan orientasi seksual seseorang juga tidak disebabkan oleh kekerasan seksual.

Ini bisa dibenarkan, walau korban mengalami ereksi atau ejakulasi selama kekerasan berlangsung. Respon fisiologis seperti ereksi tak disengaja, karena mereka tidak mampu mengendalikannya.

Baca juga: Berkaca Kasus Reynhard Sinaga, Orientasi Seks Bukan Pemicu Tindak Kriminal

Kalau kamu punya teman atau kerabat pria yang pernah mengalami kekerasan seksual dan mencoba mengungkapkannya padamu, ini yang harus kamu lakukan:

Mendengarkan

Banyak orang yang menjadi korban merasa tidak ada yang memahami mereka dan mereka tidak ditanggapi secara serius. Tunjukkan kepada mereka bahwa kamu memberikan perhatian penuh dan menganggap kasus mereka sangat penting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memvalidasi perasaan mereka

Hindari membuat pernyataan yang terlalu positif atau mencoba mengelola emosi mereka. Buat pernyataan seperti "Saya percaya kamu" atau "Terdengar seperti hal yang sangat sulit untuk dilalui."

Memberi perhatian secara jelas

Katakan langsung kepada mereka bahwa kamu benar-benar peduli dan perhatian dengan kalimat "Aku di sini untukmu."

Jangan bertanya secara detail

Walau kamu penasaran, jangan pernah tanyakan detail kejadian kekerasan seksual padanya. Kecuali jika mereka sendiri yang menceritakannya, coba dengarkan dengan cara yang mendukung, bukan menghakimi.

Baca juga: Ada Pelecehan Seksual, Bagaimana Menanggapinya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.