Kompas.com - 29/01/2020, 10:08 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Masalah uang memang sensitif untuk dibicarakan, apalagi soal gaji. Meski kita sudah berteman lama dan percaya dengan rekan kerja, buka-bukaan soal gaji memiliki dua sisi. Yaitu dapat memicu kecemburuan sosial atau memotivasi kita untuk mencari kantor yang mau membayar sesuai skill dan pengalaman kita.

Beberapa perusahaan memberlakukan kebijakan kerahasiaan gaji dan melarang karyawan mendiskusikan gaji mereka dengan rekan kerjanya.

Kebijakan-kebijakan ini dituangkan dalam buku pegangan karyawan atau perjanjian yang harus ditandatangani saat baru diterima kerja.

“Biasanya perusahaan yang punya kebijakan tersebut adalah mereka yang ingin mencari karyawan baru dengan kualitas terbaik untuk masuk dalam tim mereka. Orang yang berbakat tersebut kemungkinan akan menawar gaji yang lebih tinggi dari rata-rata,” kata Denise Rousseau, profesor perilaku organisasi dan publik kebijakan di Universitas Carnegie Mellon.

“Apa yang atasan coba hindari adalah masalah kesetaraan internal ketika orang-orang yang baru direkrut membiarkan karyawan lama tahu gaji yang mereka dapat,” ucap Rousseau.

Walaupun sudah ada peraturan kerahasiaan gaji, namun terkadang akhirnya bocor juga. Mungkin juga ada yang “keceplosan” mengatakan gajinya dan akhirnya jadi rahasia umum.

Penelitian menunjukkan bahwa karyawan cenderung merasa teraniaya dengan kebijakan kerahasiaan gaji dan kebijakan itu membuat karyawan percaya bahwa mereka dibayar lebih rendah dibandingkan rekan-rekannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kerahasiaan gaji merusak rasa kesetaraan atau keadilan dalam sebuah organisasi,” kata Rousseau.

Dan, jika Anda berpikir perusahaan berusaha merahasiakan informasi gaji karena beberapa orang dibayar rendah atau kelebihan pembayaran, Anda mungkin benar.

Baca juga: Ingin Naik Gaji di 2020? Simak 6 Tips Negosiasinya

Di lain pihak, tranparansi soal gaji juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Sebagian besar perusahaan yang tidak menganut prinsip kerahasiaan gaji menentukan besaran gaji berdasarkan formula tertentu untuk memastikan karyawan dalam level tertentu memiliki gaji yang tidak terlalu jauh.

Formula gaji seperti itu membuat karyawan merasa diperlakukan adil dan menimbulkan rasa loyal pada perusahaan.

Ilustrasi gaji, rupiahShutterstock Ilustrasi gaji, rupiah

Kapan waktu yang pas dan bagaimana cara membicarakan gaji dengan rekan kerja?

Ada banyak manfaat membicarakan tentang gaji dengan kolega. Namun, jika perusahaan Anda belum melembagakan struktur gaji yang transparan, sebaiknya bicarakan dengan santai dalam suasana yang tepat ketika mengangkat topik ini.

Pakar karier Vicky Salemi mengatakan, membicarakannya di kantor, misalnya di ruang rapat atau dekat dispenser akan membuat orang lain merasa terpaksa. Itu membuat situasi menjadi canggung.

Cara yang tepat ialah lakukan pendekatan dengan rekan kerja yang sudah dipercaya secara pribadi. Anda dapat mengatakan kepadanya, “Saya pikir penting untuk mengetahui berapa nilai kita dihargai dan saya sedang melakukan penelitian. Jika saya memberitahu berapa gajisaya saat ini, apakah kamu akan memberi tahu berapa yang kamu dapat?”

Baca juga: Ditanya soal Gaji Saat Wawancara Kerja, Begini Jawabnya

Pastikan juga rekan kerja tersebut berjanji untuk merahasiakan informasi tersebut.

Rousseau mengatakan, perlu juga berbicara dengan orang di kantor yang baru-baru ini mengancam akan pergi lalu menerima tawaran untuk tetap tinggal. Mereka bukan hanya mungkin digaji paling tinggi, tapi juga tahu pasaran gaji untuk industri yang sama.

Apa yang harus dilakukan jika ternyata gaji kita rendah?

Salemi menyarankan untuk menghubungi organisasi profesi Anda untuk mendapatkan kisaran gaji rata-rata.

Misalnya, jika Anda seorang akuntan, bicarakan dengan Institut Akuntan Publik Indonesia. Jika Anda bekerja sebagai Human Resources (HR), hubungi Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia Indonesia.

Lalu, jelaskan bahwa Anda ingin mengetahui nilai diri Anda berdasarkan faktor-faktor seperti lokasi geografis, tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja.

Setelah mengetahui hasilnya, Anda dapat membawa informasi tersebut kepada atasan, tentu saja dengan membawa daftar pencapaian Anda selama ini.

Namun, menurut Salemi secara umum semakin lama Anda kerja di suatu perusahaan maka semakin buruk besaran gaji Anda.

Menghabisakan beberapa tahun dengan satu perusahaan untuk mendapat pengalaman dan kemudian pindah ke perusahaan lain – idealnya, setiap empat hingga lima tahun – adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan gaji Anda.

Baca juga: Tiga Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Minta Naik Gaji

Anda bisa memanfaatkan informasi dari survei gaji yang sudah dilakukan itu untuk menjadi bekal negosiasi dengan head hunter untuk mencapai karier impian ketimbang meminta kenaikan gaji dengan perusahaan tempat kerja sekarang.

“Tentu saja, beberapa orang tidak ingin pindah pekerjaan setiap beberapa tahun dan itu juga tidak masalah. Jika Anda tinggal lebih lama, saya sarankan untuk bergerak secara internal,” ujar Salemi.

Intinya, Anda harus berbicara tentang gaji di tempat kerja – dengan bijaksana – karena hal itu memungkinkan Anda minta pertanggungjawaban perusahaan atas praktik pembayaran yang adil dan untuk memastikan Anda dibayar dengan sesuai.

“Pengusaha harus adil bukan hanya karena hal tersebut benar untuk dilakukan, tetapi karena karyawan setiap saat dapat menemukan pekerjaan dengan gaji yang lebih baik di tempat lain,” ujar Salemi.

(Devi Ari Rahmadhani)

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X