Kompas.com - 24/02/2020, 17:20 WIB
Ilustrasi diet mediterania shutterstockIlustrasi diet mediterania
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Tidak hanya rumah-rumah Mediterania yang dikenal dengan garis pantainya yang begitu panjang, namun daerah tersebut juga memperkenalkan pola makan Mediterania yang dikenal sebagai pola makan paling menyehatkan di dunia.

Pola makan ini tidak sama ketatnya seperti diet-diet lainnya yang didesain untuk membantu menurunkan berat badan, seperti diet keto.

Pola makan Mediterania lebih kepada cara yang membudaya untuk memperbaiki kandungan nutrisi dalam pola makan kita.

Tak hanya itu, sebuah studi terbaru bahkan menyebut pola makan ini sebagai kunci hidup lebih panjang.

Apa alasannya?

Pola makan ini berasal dari makanan yang dikonsumsi di negara-negara seperti Italia dan Yunani pada tahun 1960-an yang terdiri dari berbagai sayuran, ikan, buah, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena ada banyak negara yang berada di area Mediterania, maka tidak ada pola makan yang benar-benar tepat untuk diikuti.

Baca juga: Diet Mediterania Diprediksi Jadi Diet Terbaik 2019, Apa Alasannya?

Selama bertahun-tahun, orang percaya anggur merah -bahan pokok Diet Mediterania- memberi kontribusi utama pada pola makan ini karena mengandung senyawa yang disebut resveratrol.

Namun, para ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Universitas Minnesota telah membantah mitos ini dan menemukan minyak zaitun menjadi bahan utama untuk usia yang lebih panjang.

Doug Mashek Ph.D. dan timnya telah menghabiskan waktu selama delapan tahun terakhir untuk meneliti manfaat kesehatan dari minyak zaitun.

Mereka menemukan bahwa lemak yang ditemukan di dalam minyak zaitun dapat mengaktifkan jalur di sel-sel tubuh kita yang dikenal untuk meningkatkan umur dan mencegah penyakit yang berkaitan dengan penuaan, jalur yang sama yang awalnya diperkirakan diaktifkan oleh anggur merah.

Mereka sebetulnya tidak fokus meneliti pola makan Mediterania pada awalnya, melainkan fokus pada lemak.

“Kami tidak memulai dengan mempelajari diet Mediterania, kami pertama-tama fokus pada lemak," ungkapnya.

Baca juga: Tak Hanya Menurunkan Berat Badan, Ini Manfaat Lain Diet Mediterania...

Mashek menjelaskan, lemak tersebut dikenal sebagai pelindung terhadap penyakit jantung dan banyak penyakit terkait penuaan lainnya.

Sehingga dengan mengidentifikasi jalur ini, ia memberikan cara berpikir baru tentang bagaimana mengonsumsi minyak zaitun dan diet Mediterania sebenarnya berkaitan dengan manfaat positif terhadap kesehatan.

Namun, Doug menegaskan bahwa kita tidak bisa hanya menghabiskan botol demi botol minyak zaitun dan berharap untuk hidup sampai usia 100 tahun.

Kita harus tetap menggabungkan pola makan kaya minyak zaitun dengan puasa, membatasi kalori dan olahraga agar hasilnya optimal.

"Kami menemukan bahwa cara kerja lemak ini adalah pertama kali harus disimpan dalam hal-hal mikroskopis yang disebut tetesan lipid, yang merupakan cara sel-sel kita menyimpan lemak."

"Kemudian, ketika lemak dipecah selama berolahraga atau puasa, misalnya, barulah ada efek positif yang dirasakan," kata dia.

Baca juga: 11 Makanan yang Harus Dikonsumsi Saat Jalani Diet Mediterania



Sumber DMarge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.