Kompas.com - 26/02/2020, 12:15 WIB
Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar sudah terendam banjir sedalam lebih kurang 3 meter sejak dini hari, Jakarta, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.com/NABILLA RAMADHIANKelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar sudah terendam banjir sedalam lebih kurang 3 meter sejak dini hari, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

KOMPAS.com - Bencana banjir kembali melanda Ibu Kota Jakarta, dan beberapa wilayah di sekitarnya, sejak awal pekan ini. 

Kini, kondisi banjir mulai membaik dan air pun telah surut. Namun, bagi korban banjir, tugas berat selanjutnya adalah seisi rumah dan perabotan yang rusak karena bencana itu.

Terlebih, air serta lumpur dan kotoran yang masuk bisa merusak rumah dan isinya. Belum lagi ancaman kesehatan yang mengintai penghuninya. 

Sebelum mengambil tindakan terhadap rumah dan barang-barang di dalamnya, perlu disadari adanya perbedaan perlakukan untuk beragam jenis barang di dalam rumah.

Baca juga: Tips Sederhana Selamatkan Pakaian yang Terendam Banjir

Karpet, kertas dinding, dan furnitur adalah beberapa contoh barang ringkih yang biasa ada di dalam rumah.

Lantas, apa yang harus dilakukan ketika harus membersihkan bekas banjir di dalam rumah?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Barang terkontaminasi lumpur

Bersihkan lumpur-lumpur yang masuk sebersih mungkin, kemudian gunakan semprotan kebun atau selang untuk membersihkannya secara maksimal.

Baca juga: Cara Meminimalisir Dampak Banjir bagi Kesehatan

2. Bersihkan setiap permukaan

Setelah rumah bersih dari lumpur, bersihkan rumah dan permukaan perabotan. Lap permukaan tersebut menggunakan air panas dan sabun pembersih.

Jika perlu, lakukan disinfeksi menggunakan larutan 1/4 cangkir pemutih klorin per galon air, atau produk yang diberi berlabel desinfektan untuk membunuh kuman.

3. Dapur

Rendam gelas, barang berbahan porselen, alat makan plastik, dan enamel selama 10 menit dalam larutan desinfektan sebanyak dua sendok makan pemutih klorin per galon air panas.

Kemudian, keringkan dengan cara diangin-anginkan dan jangan menggunakan handuk.

Bersihkan peralatan logam, panci, dan wajan dengan cara direbus dalam air selama 10 menit.

Pemutih klorin tidak boleh digunakan untuk peralatan ini karena bisa bereaksi dengan logam dan membuatnya menjadi gelap.

Lemari-lemari di dapur perlu dibersihkan dan dibilas dengan larutan pemutih klorin sebelum menyimpan piring.

4. Furnitur dan peralatan rumah tangga

Bawa furnitur, karpet, tempat tidur, dan pakaian ke luar untuk dikeringkan sesegera mungkin.

Gunakan AC atau alat penghilang lembap untuk menghilangkan kelembapan, dengan

Baca juga: Mengenal Leptospirosis, Penyakit Langganan Pasca-Bencana Banjir membuka jendela untuk ventilasi dengan udara luar.

Gunakan kipas angin untuk mengalirkan udara di rumah.

Jika jamur telah berkembang, singkirkan benda-benda ke luar rumah untuk mencegah spora berserakan di rumah yang terendam banjir.

Vakum lantai, langit-langit dan dinding untuk menghilangkan jamur, lalu bersihkan dengan disinfektan.

Jangan lupa, kenakan masker pelindung mencegah spora jamur masuk ke saluran pernafasan.

Kasur sebaiknya dibuang. Sementara mebel berlapis kain menyerap kontaminan dari air banjir, sehingga harus dibersihkan oleh tenaga profesional.

Mebel kayu veneer biasanya tidak sebanding dengan biaya dan upaya perbaikan. Sedangkan mebel kayu solid biasanya dapat dibetulkan, kecuali mengalami kerusakan parah.

Mainan dan boneka binatang mungkin harus dibuang jika sudah terkontaminasi oleh air banjir.

Foto, buku dan kertas-kertas penting bisa dibiarkan kering terlebih dahulu lalu dibersihkan kemudian. Keringkan secara hati-hati dan perlahan.

Baca juga: Jadi Korban Banjir, Waspadai Gejala 5 Penyakit Berikut

Bersihkan dari lumpur dan simpan barang-barang tersebut di dalam kantong plastik dan masukkan ke dalam freezer bebas es untuk melindungi dari jamur dan kerusakan lebih parah.

Membawa barang-barang tersebut untuk mendapat bantuan tenaga profesional, pun bisa menjadi pilihan.

5. Langit-langit dan dinding

Papan dinding menjelma seperti spons saat basah. Lepaskan papan dinding, plester, dan panel setidaknya setingkat dengan level air.

Papan dinding yang terendam oleh air banjir yang terkontaminasi bisa menjadi bahaya kesehatan permanen dan harus dihilangkan.

Jika sebagian besar papan dinding terendam oleh air hujan bersih, pertimbangkan untuk memotong bagian setinggi 10-30 centimeter dari bagian bawah dan atas dinding.

Ini menciptakan "efek cerobong" dari pergerakan udara untuk proses pengeringan yang lebih cepat.

Gergaji bolak-balik dengan bilah pemotong logam bisa digunakan, tetapi gunakanlah hanya ujung bilahnya dan perhatikan pipa atau kabel.

Bahan styrofoam mungkin hanya perlu disemprot. Bahan fiberglass harus dibuang jika berlumpur, tetapi dapat digunakan kembali jika benar-benar kering.

Selulosa yang longgar atau tertiup harus diganti karena menahan air untuk waktu yang lama dan dapat kehilangan kemampuan anti-jamur dan tahan api.

Baca juga: Lakukan Ini untuk Melindungi Sneakers dari Hujan dan Banjir

6. Aliran listrik

Aliran listrik harus dimatikan, diperbaiki serta diperiksa oleh tukang listrik sebelum dinyalakan kembali.

Kabel-kabel harus dikeringkan sepenuhnya, termasuk yang berada di balik dinding.

Sistem dan saluran pemanas atau pendingin mungkin membutuhkan pemeriksaan dan pembersihan. Insulasi yang basah kuyup harus diganti.

7. Alat-alat rumah tangga

Peralatan rumah tangga mungkin akan bernoda, bau, terkena endapan lumpur, dan endapan berpasir sehingga perlu diservis, dibersihkan, dan disanitasi.

Hindari mengoperasikan peralatan sebelum dibersihkan dengan benar karena dapat merusaknya.

Pembersihan profesional direkomendasikan untuk barang elektronik, seperti televisi dan radio, mesin cuci, mesin pengering, dan penyedot debu.

Eksterior yang keras dapat dibersihkan dengan tangan. Semua peralatan berbahan logam yang kebanjiran harus diperiksa untuk mencegah sengatan listrik.

8. Ruang bawah tanah

Jika ruang bawah tanah tergenang air, pompalah hanya sekitar 0,91 meter air setiap harinya.

Sebab, mengeringkan ruang bawah tanah terlalu cepat akan membuat tekanan di luar dinding akan lebih besar daripada tekanan di dalam dinding.

Kondisi itu bisa membuat dinding dan lantai retak dan runtuh.

Pembersihan kerusakan banjir serius dan harus ditangani oleh para profesional, terutama ketika mengalami banjir lumpur.

Baca juga: Hati-hati, Banjir Bisa Picu Stres Hingga Depresi

9. Lantai

Sub-lantai kayu, penutup lantai (vinil, linoleum, karpet) harus dilepas sehingga sub-lantai bisa benar-benar kering dan ini mungkin memakan waktu beberapa bulan.

Buka jendela dan pintu untuk mengeksposnya dengan udara sebanyak mungkin.

10. Karpet

Bersihkan dan keringkan karpet dan karpet sesegera mungkin. Jika air banjir yang terkontaminasi limbah menutupi karpet, buanglah karet tersebut demi alasan kesehatan.

Buang juga jika karpet berada di bawah air selama 24 jam atau lebih.

Bersihkan karpet di luar ruangan. Gunakan pembersih karpet desinfektan di bagian yang kotor menggunakan sapu.

Untuk mencegah jamur dan bau, bilas dengan larutan dua sendok makan pemutih, namun jangan gunakan solusi ini pada karpet berbahan wol atau nilon.

Jika karpet tidak bisa dilepas, keringkan secepat mungkin menggunakan vakum basah atau kering dan alat penghilang lembab.

Gunakan kipas angin untuk mengalirkan udara di atas karpet, dan jika memungkinkan, angkat karpet dan beri ventilasi dengan kipas di bawahnya.

Lantai vinil dan ubin lantai mungkin perlu dilepas untuk memungkinkan pengeringan lantai di bawahnya.

11. Lantai kayu

Pembersihan kerusakan banjir untuk lantai kayu harus dikeringkan secara bertahap. Pengeringan mendadak dapat menyebabkan retak atau pecah.

Beberapa perusahaan jasa dapat mempercepat waktu pengeringan dengan mengalirkan udara melalui bagian bawah lantai kayu.

Lepaskan papan lantai kayu untuk mencegahnya menekuk. Lepaskan papan setiap beberapa jarak tertentu untuk mengurangi tekuk yang disebabkan oleh pembengkakan permukaan kayu.

Bersihkan dan keringkan kayu sebelum melakukan perbaikan.

Baca juga: Cara Mencegah Jamur pada Bagian Rumah yang Kebanjiran

12. Kerusakan dan kebocoran atap

Periksalah kerusakan dan kebocoran atap untuk mencegah jika hujan lebat kembali datang serta memastikan banjir tidak akan terulang, terutama jika kebocoran atap menjadi salah satu penyebab banjir.

Periksa pula jika ada lubang di sekitar area atap yang menjadi sumber masuknya air.

Ketika membersihkan, lindungi hidung, mata dan paru-paru dengan kacamata atau masker N-95.

Individu yang memiliki asma, hipersensitivitas atau masalah pernapasan lainnya mungkin akan lebih rentan.

Pastikan aman terlebih dahulu sebelum ikut membereskan rumah yang terkena banjir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X