Kompas.com - 27/02/2020, 18:19 WIB
Sepatu Ventela seri 70s. Dok. VentelaSepatu Ventela seri 70s.
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamu tentu sudah pernah mendengar brand Ventela. Merek sepatu lokal ini disebut-sebut bakal menjadi brand lokal paling populer tahun ini.

Sekarang saja, rilisan Ventela dengan cepat sold out di pasaran. Artinya, mencari sepatu ini menjadi cukup sulit walaupun produknya tidak dibuat limited.

Mengapa begitu? Menurut pengamat sneakers sekaligus reviewer Tirta Mandira Hudhi, alias dr Tirta, Ventela memiliki pabrik yang besar, jadi menang dalam hal produksi.

Dengan adanya pabrik sendiri, kualitas sepatunya pun lebih rapi, selain juga memiliki sistem distribusi yang bagus.

"Soal kualitas masih nomer 1, terutama insole dan upper, pabriknya emng udah di atas angin," tulis dr Tirta di akun instagramnya.

Hal lain yang membuat Ventela bakal menjadi besar adalah kolaborasi yang disebut-sebut bakal dilakukan dengan berbagai pihak, seperti desainer, artis, dan beberapa brand besar.

Kolaborasi pertama yang cukup mengejutkan adalah dengan NeverTooLavish, yang dikenal piawai soal decon dan recon sepatu, termasuk melukisi jaket yang dipakai Presiden Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kisah di Balik Jaket Graffiti yang Dipakai Jokowi ke Kalimantan

Bagaimana ceritanya NeverTooLavish (NTL) berkolaborasi dengan Ventela?

Menurut Romeo Benny Hutabarat, Manager & Lawyer corporate Ventela, kolaborasi dengan NTL sebetulnya melalui proses yang panjang.

"Awalnya kita mengundang NTL untuk diskusi mengenai produk, branding dan campaing. Nah dari diskusi itulah ternyata punya banyak kesamaan tujuan dan pemikiran, khususnya mengenai sepatu lokal. Dari diskusi tersebut akhirnya Ventela dan NTL memutuskan untuk kolaborasi," ujar Benny saat dihubungi Kamis (27/2/2020).

"Kolaborasi ini membuktikan kesungguhan Ventela dalam memajukan brand lokal agar tidak kalah bersaing dengan brand luar lainnya. Kami ingin hadir dengan kualitas terbaik dan nyaman dipakai, namun dengan harga yang terjangkau untuk semua orang," kata Benny.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu pendiri NeverTooLavish, Muhammad Haudy, yang menyebutkan bahwa NTL akan menyiapkan konsepnya dan filosofi dari produk kolaborasi tersebut, sementara semua sepatunya akan diproduksi di pabrik Ventela.

"Konsepnya masih kami siapkan dan ini bukan sekedar kolaborasi melainkan beyond collaboration," ujar Haudy menjawab pertanyaan Kompas.com.

Apakah sepatu-sepatu Ventela ini akan dilukisi satu per satu dengan tangan seperti yang biasa dilakukan NeverTooLavish?

Tentu tidak. Pasalnya, menurut Haudy, sepatu kolaborasi ini akan dibuat dalam jumlah banyak, sehingga nantinya ada beberapa desain yang dicetak pada sepatu Ventela.

"Kalau dilukisi satu per satu jari-jari bisa kram," tulis NeverTooLavish dalam akun instagramnya.

Jumlahnya banyak

Seperti diungkapkan Haudy dan juga Benny, sepatu kolaborasi ini nantinya akan tersedia untuk semua orang. Bahkan jumlah produksi pertama diperkirakan mencapai 35.000 hingga 50.000 pasang, dan akan terus diproduksi selama masih ada permintaan.

Itulah sebabnya, untuk kolaborasi ini Ventela memberi tagar #menjadidekat. "Arti #menjadidekat itu agar semua lapisan masyarakat dapat membeli atau mempunyai Ventela,"papar Benny.

Adapun sepatu kolaborasi ini diperkirakan bakal dipasarkan beberapa bulan ke depan dengan harga tidak jauh beda dibanding harga Ventela lainnya, yaitu sekitar Rp 300 ribu - Rp 500 ribu.

"Intinya, kita akan produksi dalam jumlah banyak dan dijamin semua akan dengan mudah memperolehnya,"ujar Benny.

Sementara soal seperti apa desainnya dan sepatu apa yang akan dipakai, tunggu bocoran selanjutnya ya...



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.