Kompas.com - 13/03/2020, 06:10 WIB
Peresmian Rumah Kain Pinawetengan Gading PerkasaPeresmian Rumah Kain Pinawetengan

Lalu pada 2007, kain Pinawetengan mengembangkan produknya dengan teknik pembuatan tradisional.

"Seiring waktu, saya ingin membuat kain yang bukan hanya dalam bentuk print."

"Akhirnya, saya mengadakan pelatihan bagi para perajin. Dari 100 orang, hanya tersisa 16 orang yang mengikuti penenunan," ujar Iyarita.

Baca juga: Saat Inspeksi Corona, Dubes RI di China Kaget Lihat Dior Bikin Batik

Kain Pinawetengan juga mengembangkan tenun songket yang ragam motifnya diambil dari motif tradisional Minahasa.

Sebagai catatan, kain Pinawetengan telah dipatenkan dan tercatat dalam Guiness World Record yang diakui sebagai tenun songket terpanjang di dunia, yaitu 101 meter tanpa sambungan.

Menurut Benny Mamoto, kain Pinawetengan telah menghasilkan banyak rekor yang diakui baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di Muri (Museum Rekor Indonesia), kami punya 32 rekor. Sementara Guiness World Record baru tujuh," tutur dia.

"Di balik itu, rekor kami bukan hanya untuk promosi, tapi juga memotivasi generasi muda agar mereka bangga akan seni dan budaya Indonesia."

"Ini adalah upaya kami untuk melestarikan kekayaan budaya yang kita miliki."

Peresmian rumah kain Pinawetengan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.