Kompas.com - 16/03/2020, 23:09 WIB
Ilustrasi thinkstockphotosIlustrasi

2. Diskusikan pentingnya kebersihan

Jika kita belum berbicara dengan anak-anak tentang kebersihan tangan yang baik, sekarang saat yang tepat untuk melakukannya.

Jelaskan pada mereka pentingnya mencuci tangan, gunakan tisu untuk menutupi mulut dan hidung ketika batuk, dan tidak menyentuh wajah, terutama dengan tangan yang tidak bersih.

Menjelaskan bahwa mereka bisa membantu mencegah tertular virus atau menularkannya ke teman-teman mereka.

Dengan praktik kebersihan yang baik akan memberi mereka rasa pengendalian, yang dapat meredakan kecemasan.

Baca juga: Social Distancing Efektif Cegah Penyebaran Corona, Bagaimana Caranya?

3. Berhati-hati dengan pemberitaan di media

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cobalah menonton, mendengarkan atau membaca berita COVID-19 bersama anak sehingga kita tahu pesan apa yang sedang digambarkan dan bisa membantu menjelaskan, apalagi jika pesan itu memicu ketakutan.

Perlu diketahui juga, media sosial dipenuhi berita tentang virus corona, jadi menetapkan batas waktu untuk bermain media sosial adalah ide bagus.

Ingatkan bahwa mereka bisa selalu bertanya kepada kita.

Jaga hubungan yang terbuka dan jujur dengan anak tentang COVID-19.

Tidak ada yang bisa memprediksi pasti bagaimana virus ini akan berevolusi, tetapi mengawasi bagaimana perasaan anak dalam beberapa waktu mendatang sangat penting.

Jelaskan kita akan selalu bersedia berbicara atau menjawab pertanyaan apa pun yang mereka miliki.

Baca juga: Cara Mengatasi Cemas Berlebih karena Wabah Corona

4. Tawarkan jaminan

Jelaskan kepada anak-anak, banyak dokter, perawat, dan petugas kesehatan bekerja keras untuk menjaga semua orang aman dan sehat.

Penting bagi anak-anak dan orang dewasa untuk mengetahui dan memahami, bahwa orang-orang saling membantu pada saat keadaan terasa tidak pasti.

Yakinkan anak kita, segala sesuatu yang terjadi (entah penutupan sekolah, jarak sosial atau berada di rumah sakit) adalah upaya menghentikan perkembangan virus atau mencegah orang terkena virus corona.

"Anak-anak itu intuitif dan belajar lebih dari yang kita pikirkan," kata Dr. Eshleman.

"Mereka bisa merasakan ketika orang dewasa berbicara berbisik atau diam-diam tentang sesuatu."

"Mereka juga pandai merasakan ketakutan atau kecemasan pada orang dewasa, yang pada gilirannya dapat membuat mereka juga merasa seperti itu."

Pengalaman hidup anak-anak masih terbatas, jadi berbicara kepada mereka dan menunjukkan bahwa mereka penting bisa membantu mereka paham dan merasa aman.

Baca juga: Mencuci Tangan Cegah Virus Corona, Berapa Lama Seharusnya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.