Kompas.com - 20/04/2020, 21:08 WIB

KOMPAS.com— Angka perceraian di China dilaporkan meningkat setelah masa karantina pandemi Covid-19 berakhir. Sepertinya, "terjebak" hanya di rumah saja bersama pasangan meningkatkan intensitas konflik rumah tangga.

Lu Shijun, manajer pencatatan pernikahan di Dazhou, Provinsi Sichuan, menceritakan ada 300 pasangan yang hendak bercerai sejak 24 Februari.

"Jumlah pasangan yang bercerai melonjak jika dibandingkan sebelumnya (wabah menyebar)," kata Lu seperti dikutip Daily Mail.

Belum diketahui apakah fenomena serupa juga akan ditemui di negara-negara lain yang juga menerapkan kebijakan masa karantina wilayah.

Di Indonesia sendiri, masa pembatasan sosial baru berjalan selama tiga minggu belakangan. Namun, kejadian pertengkaran antara suami istri bukan hal yang aneh jika terjadi.

Menurut psikolog keluarga dan pernikahan, Nadya Pramesrasni M. Psi, perceraian setelah karantina kemungkinan terjadi karena adanya emptyness syndrome atau sarang kosong yang hadir di antara pasangan.

Seharusnya, sindrom ini terjadi di usia 50-60 tahun, dimana masing-masing individu sudah pensiun dan anak-anak sudah mulai hidup mandiri.

“Jadi tidak ada distraksi lain, benar-benar terlihat nyata semuanya,” ungkap Nadya saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Buat Jarak dengan Pasangan Selama Masa Karantina demi Cegah Konflik

Sebenarnya, konflik tersebut sudah hadir sebelum karantina terjadi. Namun saat harus berada terus di rumah tanpa menjalani kegiatan lain, ditambah lagi intensitas pertemuan yang tinggi, membuat masalah semakin nyata.

Alih-alih takut menghadapi masalah selama karantina, Nadya menyarankan pasangan untuk menjadikan ini sebagai momentum untuk merampungkan masalah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.