Kompas.com - 10/05/2020, 22:14 WIB

KOMPAS.com - Di saat kita berpikir bagaimana para ilmuwan meneliti potensi perawatan virus corona, seekor llama tentu tak masuk dalam pikiran kita.

Namun, sejumlah peneliti percaya, hewan ini adalah kunci untuk menghentikan pandemi Covid-19.

Winter, seekor llama berusia empat tahun yang berada di sebuah peternakan di Belgia, baru-baru ini dipilih para peneliti untuk serangkaian studi virus Covid-19.

Baca juga: Pengembangan Vaksin Corona Sudah Sampai Mana?

Sama seperti llama yang lain, Winter memiliki antibodi dalam darahnya yang melawan virus.

Peneliti berharap, antibodi Winter akan membantu mereka mengembangkan perawatan untuk virus corona.

Para ilmuwan pertama kali menggunakan antibodi Winter untuk melihat bagaimana kerja antibodi tersebut dalam melawan dua jenis virus corona, SARS, dan MERS.

Antibodi Winter berhasil menetralkan kedua virus, dan kemudian bekerja melawan Covid-19.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell tersebut merupakan studi awal, namun memberi harapan bahwa pengobatan untuk Covid-19 dapat berasal dari antibodi seekor llama.

Peneliti baru saja memulai uji coba pada hamster, dan uji coba pada manusia akan dilanjutkan setelahnya.

Llama digunakan untuk pengujian antibodi, karena mereka memiliki dua jenis antibodi dalam tubuh mereka dibandingkan manusia.

Salah satu antibodi mereka mirip dengan yang ada pada manusia, sedangkan yang lain sekitar 25 persen lebih kecil, menurut The New York Times.

Baca juga: Para Ilmuwan Universitas Pittsburg Yakin Telah Menemukan Vaksin Corona

Jenis antibodi itu tampak lebih baik dalam menetralkan virus, dan dapat dimanipulasi untuk menciptakan pengobatan.

"Ikan hiu memiliki antibodi serupa, tetapi bukan model eksperimental yang hebat dan tidak lebih menyenangkan daripada llama."

Demikian kata Daniel Wrapp, mahasiswa pascasarjana dan rekan penulis penelitian, kepada Times.

Antibodi Winter pertama kali diuji terhadap SARS dan MERS pada tahun 2016.

Para peneliti dari University of Texas di Austin, National Institutes of Health dan Ghent University di Belgia akan menyelesaikan studi mereka pada Januari mendatang.

Kemudian, ketika Covid-19 menyebar, mereka mulai mencari tahu bagaimana antibodi Winter terhadap virus.

Pengobatan yang mereka kerjakan akan mirip seperti vaksin, yaitu disuntikkan pada orang yang tidak memiliki virus untuk memberikan perlindungan.

Namun, pengobatan itu akan hilang dalam waktu sekitar satu atau dua bulan tanpa suntikan tambahan.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membawanya ke klinik," kata Dr. Xavier Saelens, ahli virologi molekuler di Ghent University dan salah satu penulis penelitian, kepada Times.

"Jika berhasil, llama Winter layak mendapatkan penghargaan."

Baca juga: WHO: Sebanyak 20 Vaksin Virus Corona Tengah Dikembangkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber People


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.