Kompas.com - 13/05/2020, 20:48 WIB

KOMPAS.com - Dalam rangka memperlambat penyebaran virus corona, semua sekolah ditutup sementara waktu dan aktivitas belajar dilakukan di rumah masing-masing murid.

Akibatnya, banyak orangtua merasa kewalahan harus mendampingi dan mengajari anak-anak mereka di rumah.

Belum lagi, jika orangtua juga harus bekerja dari rumah dan melakukan berbagai hal lain di rumah.

Baca juga: 6 Tips Mengajarkan Manajemen Waktu pada Anak Selama Masa Karantina

Di saat sekolah menyediakan kesempatan belajar virtual, beberapa orangtua mengatakan mereka harus mengawasi apa yang diajarkan kepada anak mereka.

Tiga pakar homeschool memberi tips bagaimana mengembangkan lingkungan belajar yang menguntungkan bagi anak, meski kita sebagai orangtua mengalami kelelahan.

1. Beristirahat dari rutinitas sekolah

Berada di rumah akan memengaruhi setiap anggota keluarga. Jika orangtua dan anak-anak merasa tekanan akademis terlalu besar, tidak ada salahnya istirahat selama beberapa hari atau bahkan seminggu.

Demikian kata Tonya Abari, konsultan dan mantan guru yang mendidik putrinya.

"Jika orangtua harus memilih antara menyelesaikan tugas dan bersenang-senang, mereka harus bersenang-senang," kata Jennifer Sutherland-Miller, edukator yang lebih dari dua dekade menerapkan homeschooling kepada anak-anaknya.

"Isolasi ini akan berdampak pada anak-anak dan orangtua," katanya.

"Kita tidak akan pernah meminta lebih banyak dari anak-anak daripada yang mampu mereka berikan dalam suatu krisis. Ingatlah untuk beristirahat sebentar."

Baca juga: 5 Tips Bebas Stres Saat WFH Bersama Anak Balita

2. Buat halaman rumah menjadi ruang kelas

Coba bereksperimen dengan metode pembelajaran yang mengubah halaman belakang rumah menjadi ruang kelas.

Anak-anak bebas dari meja dan tugas yang membosankan dan terdorong untuk menjelajahi alam, mengumpulkan daun dan ranting, dan terlibat dalam permainan yang tidak terstruktur.

"Hal ini memiliki sejumlah besar manfaat, termasuk peningkatan kesehatan dan kebugaran, konsentrasi, kerja tim, kesejahteraan emosional dan kemandirian."

Begitu kata Rebecca Wyatt, pemimpin sekolah hutan di Bournemouth Collegiate School di Inggris, kepada TheSchoolRun.

Wyatt menyarankan beberapa tugas sederhana yang dapat diatur orangtua, seperti membangun tempat berlindung serangga, menggunakan tongkat untuk membangun labirin, atau jenis tugas lainnya.

3. Bantu anak mengatasi kesedihan

Jika anak lebih murung daripada biasanya atau lebih sering marah, ingatlah anak kita sedang berjuang untuk bertahan.

Sebuah studi dari China baru-baru ini menemukan, anak lebih rentan terhadap pengembangan depresi dan kecemasan saat hidup di bawah karantina.

Selama periode ini, Sutherland-Miller mengatakan, orangtua harus mengajak anak mereka mengidentifikasi emosi yang mereka rasakan, dan berbicara secara terbuka tentang bagaimana memprosesnya.

"Kita tidak bisa mengendalikan perasaan kita, tetapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita bertindak dan bereaksi terhadap emosi-emosi itu," katanya.

"Pelajaran itu mungkin salah satu yang paling penting dalam seumur hidup."

Baca juga: 7 Tanda Masalah Mental pada Anak yang Harus Diwaspadai Selama Pandemi

4. Libatkan dalam pengalaman belajar

Menurut Abari, kita perlu membuat anak-anak terlibat dalam pengalaman langsung yang mungkin tidak dapat mereka lakukan ketika belajar di sekolah.

Memasak dan memanggang bersama adalah salah satu pilihan. Kita juga dapat menggunakan waktu ini untuk mengajarkan keterampilan yang kita inginkan kepada anak.

Tunjukkan pada mereka cara mengganti ban, mengatur kamar mereka, atau membuat rak buku.

5. Jadwalkan kegiatan di waktu yang sama setiap hari

Anak-anak berkembang ketika mereka memiliki rutinitas yang dapat diandalkan dan konsisten.

Meski sulit membuat jadwal yang ketat dalam kondisi sekarang, para ahli homeschool setuju, menjadwalkan kegiatan di waktu yang sama setiap harinya dapat membantu.

Hal itu akan membuat anak bangun pagi dan tidur secara teratur, dan makan di waktu yang sama setiap hari.

Sebagai orangtua, kita juga harus membagi jumlah waktu yang sama untuk setiap kegiatan.

Misalnya belajar merangkai blok, harus dilakukan sekitar 30 menit hingga 50 menit, menurut Mickey Revenaugh, salah satu pendiri Connections Academy, program sekolah online.

Senada dengan itu, menurut Becky Spence, blogger homeschooling, menggunakan alat visual seperti jadwal harian dapat membantu anak beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya dengan mudah.

Baca juga: Perhatikan, 3 Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Anak

6. Aktivitas grup secara online

Agar anak dapat terus bersosialisasi, orangtua dapat mengunjungi situs yang menawarkan berbagai kegiatan kelompok jarak jauh, termasuk belajar bermain gitar atau mengedit video.

"Mereka dapat saling bertemu, berbicara, dan berkolaborasi seperti yang mereka lakukan di kelas," kata Sutherland-Miller.

7. Berikan waktu luang untuk anak

Memberikan waktu luang selama periode yang penuh tekanan ini sangat penting bagi orangtua dan anak.

"Semua orang stres, cemas, dan banyak jadwal yang terbalik," kata Abari.

Itu sebabnya, kegiatan penjadwalan yang tidak terkait sekolah dan tidak melibatkan layar perangkat adalah kunci utama.

Memberi anak kesempatan memilih kegiatan mana yang harus dilakukan adalah memberdayakan mereka dan dapat memberi mereka rasa akan kendali.

Kegiatan itu dapat berupa mendengarkan musik, melukis, atau beristirahat.

Baca juga: Keterampilan Hidup yang Bisa Diajarkan ke Anak Selama Pandemi

8. Manfaatkan sumber daya pendidikan gratis

Sejumlah perusahaan pendidikan menawarkan rencana pelajaran dan kegiatan gratis untuk anak-anak yang berada di rumah.

Sebagai contoh, di AS, Khan Academy menawarkan jadwal harian yang disiapkan untuk anak-anak berusia 4 hingga 18 tahun.

Kemudian, Scholastic mengembangkan program "Learn From Home" dan merilis pemrograman untuk satu minggu.

9. Buat ruang belajar khusus

Jika kita belum melakukannya, tentukan ruang belajar bebas gangguan untuk anak, kata Revenaugh kepada Insider.

"Itu bisa berupa meja atau sudut ruang tamu," katanya.

"Hal ini untuk ketenangan dan lokasi di mana kita bisa memeriksanya secara teratur."

Meski rumah memiliki ruang terbatas, pasti ada yang bisa kita manfaatkan, kata Courtney Ostaff, pendidik online kepada New York Post.

"Yang benar-benar kita butuhkan adalah permukaan datar seperti dapur atau meja makan," kata Ostaff.

"Headphone peredam bising juga sangat berguna untuk membatasi gangguan."

Baca juga: Menjaga Anak Tetap Gembira di Rumah Selama Pandemi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.