Kompas.com - 15/05/2020, 18:23 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Kehadiran teknologi memang memungkinkan berbagai pekerjaan dilakukan seorang diri bisa dikerjakan dari mana saja, tanpa harus datang ke kantor.

Walau demikian, ada beberapa hal yang sulit digantikan dari kehadiran fisik di kantor, yaitu sosialiasi dengan rekan kerja untuk membangun kekompakan dengan tim.

Kerjasama dengan tim biasanya dilakukan dengan makan siang bersama atau pun ngopi sepulang jam kantor. Namun, hal itu tak mungkin dilakukan saat banyak perusahaan menerapkan kebijakan work from home seperti sekarang.

Pakar Produktivitas dari Google, Laura Mae Martin, mengatakan tantangan tersebut bisa diatasi dengan menjadwalkan pertemuan online secara informal dengan rekan kerja.

“Saya menyebutnya happy hour virtual. Kita bisa membuat jadwal tim meeting tapi just for fun. Misalnya membahas tentang resep yang disukai atau serial televisi,” kata Martin dalam konferensi virtual bersama Google, Kamis (14/5).

Walau acara ngobrol tersebut ringan, tapi Martin menyarankan agar tetap memiliki agenda khusus yang sifatnya ringan. Misalnya dengan mengundang pembicara tamu sehingga bisa menciptakan percakapan yang membangun dengan kolega.

Tips lain mungkin selama Ramadhan ini Anda bisa menjadwalkan buka puasa virtual dengan kolega.

Baca juga: 5 Tips Bebas Stres Saat WFH Bersama Anak Balita

Lebih produktif

Cara baru dalam bekerja di masa pandemi ini memang belum tentu cocok untuk setiap orang. Ada orang yang justru merasa kewalahan karena merasa harus bekerja 24 jam selama WFH.

Untuk itu, menurut Martin, kita perlu disiplin dalam batasan waktu bekerja dan beristirahat agar produktivitas tidak turun.

“Sebuah kesalahan besar jika kita menganggap kerja dari rumah berarti kerja terus-terusan,” katanya.

Ia menyarankan agar kita memiliki struktur harian yang tidak berubah jauh dengan masa bekerja dari kantor.

Jika kita biasanya harus melakukan perjalanan komuter selama satu jam ke kantor, selama WFH kita bisa memanfaatkan waktu tersebut di pagi hari untuk melakukan hal lain.

“Buat rutinitas untuk sarapan, lalu membaca buku favorit atau pun berolahraga, kalau saya biasanya meditasi atau main piano, atau hanya duduk minum kopi, pada waktu untuk komuter itu. Sebaiknya jangan bangun tidur langsung bekerja,” ujarnya.

Baca juga: Work from Home Membuat Waktu Kerja Terasa Lebih Lama

Untuk mengatur berbagai jadwal meeting, tenggat pekerjaan, sambil mengurus keluarga, Martin memberikan tips untuk memaksimalkan teknologi yang ada dalam genggaman kita.

Martin yang merupakan ibu dari bayi berusia 10 bulan ini, memberikan tipsnya agar kita bisa tetap memiliki waktu seimbang antara pekerjaan, mengurus keluarga, dan juga diri sendiri:

- Membuat jadwal yang terkoordinasi dengan jadwal pasangan. Misalnya Anda hanya membuat jadwal meeting pada hari Senin dan Rabu, sedangkan pasangan di hari Selasa dan Kamis, sehingga masing-masing dapat saling membantu mengurus anak.

- Buat perencanaan malam sebelumnya sehingga penggunaan waktu lebih efisien.

- Menjadwalkan email, terutama jika kita bekerja dengan tim global dengan zona waktu berbeda. Selain itu kita juga bisa membuat sub-kotak di email agar lebih terorganisasi.

- Menyematkan tab yang selalu dibutuhkan di browser Chrome ke sebelah kiri.

- Membuat sebuah “di antara rapat” daftar tugas.
“Cara ini bisa kita lakukan jika ternyata rapat yang dilakukan selesai lebih cepat atau anak sedang tidur siang. Misalnya menelepon singkat ke rekan kerja,” katanya.

- Membuat folder “ruang kerja” di Google Drive untuk menempatkan file-file penting dan mudah mengaksesnya.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X